logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Nopember 2007 OLAHRAGA
Line

Persela Panaskan Persaingan di Papan Atas

LAMONGAN-Persela memanaskan persaingan di papan atas Wilayah I Liga Djarum Indonesia 2007, menyusul kemenangan tipis 1-0 (0-0) atas tamunya Pelita Jaya Purwakarta di Stadion Surajaya Lamongan, kemarin.

Tambahan tiga poin dari laga ke-29 itu mengantarkan "Laskar Joko Tingkir" naik tiga tingkat ke posisi lima klasemen sementara dengan poin 46. Mereka terpaut tiga poin dari Persik Kediri yang berada di puncak klasemen.

Gol tunggal dicetak penyerang asal Brasil, Marcio Souza, pada menit ke-54. Keberhasilan itu sekaligus membalas kekalahan dengan skor sama pada putaran pertama di Purwakarta. Namun, kemenangan Persela ternoda oleh kartu merah yang diterima pemain tengah Charles Putiray, karena menyikut Agustiar Batubara. Selain satu kartu merah, wasit Anang Suryana dari Jakarta Utara juga mengeluarkan tujuh kartu kuning untuk pemain kedua tim dalam laga yang berlangsung keras itu.

Pelatih tim tuan rumah, M Basri, mengaku cukup puas dan bersyukur dengan kemenangan susah payah yang diraih anak-anak asuhannya, meski hanya mampu memasukkan sebah gol.

"Pelita Jaya bermain cukup rapat dan disiplin. Kami sedikit kesulitan mengembangkan permainan, tapi syukurlah anak-anak masih mampu memanfaatkan peluang untuk mencetak gol," katanya.

Emosional

Dia juga mengkritik sikap para pemain asingnya yang cenderung emosional dan sering mengundang reaksi dari personel lainnya. "Harusnya pemain asing bisa menjadi contoh bagi pemain lokal, bukannya bersikap temperamental," ujarnya.

Meski tampil tanpa diperkuat tiga pilar yang memperkuat timnas U-23, yakni Ardan Aras, Dian Agus Prasetyo dan Jajang Mulyana, tim tamu ternyata mampu tampil solid dan merepotkan tuan rumah.

Bahkan saat Persela harus bermain dengan 10 orang pada pertengahan babak kedua, Pelita Jaya terus menekan, tapi gagal mencetak gol.

"Selamat buat Persela atas kemenangannya. Mereka layak menang karena mampu memanfaatkan peluang untuk mencetak gol," kata pelatih Fandi Ahmad.

Pelatih asal Singapura yang pernah menjadi anak didik M Basri saat merumput di klub Galatama Niac Mitra pada era 80-an itu mengaku sedikit kecewa dengan kepemimpinan wasit Anang Suryana yang mengesahkan gol Marcio Souza.

"Kami kecewa dengan keputusan wasit. Seharusnya gol itu dianulir karena Marcio dalam posisi offside. Tapi, saya cukup puas dengan perjuangan anak-anak," katanya.(ant-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA