logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Nopember 2007 OLAHRAGA
Line

Persita Tanpa Tiga Pilar

SEMARANG- Persita menebar ancaman. Menghadapi PSIS di Stadion Jatidiri, sore ini, ''Pendekar Cisadane'' membidik tiga poin, sekalipun pasukan asuhan Benny Dollo itu pincang lantaran tiga pemain pilarnya absen.

Personel yang tidak bisa berlaga adalah Firman Utina, I Putu Gede, dan Bobby Satria. Firman terkena akumulasi kartu kuning, Putu mendapat hukuman kartu merah, sedangkan Bobby cedera. ''Absennya tiga pemain itu memang memengaruhi kekuatan tim. Tapi, saya sudah menyiapkan penggantinya,'' tegas Benny Dollo.

Hanya, siapa saja pemain yang disiapkan untuk mengganti mereka, dia enggan mengutarakannya. Itu merupakan bagian dari taktik dan strategi yang disiapkan. ''Lihat saja nanti di pertandingan,'' ujar mantan pelatih Arema tersebut.

Skuad Persita dipenuhi pemain-pemain berkualitas. Di lini depan ada striker haus gol Ilham Kesuma dan Siankam Ernest.

Di barisan tengah terdapat gelandang pekerja yang juga punya insting gol tinggi seperti Stephen Mennoch, Esaiah Pello Benson, dan Marchilano A Mandagi. Sedangkan di lini belakang ada palang pintu bertubuh tinggi besar, Andela Atangana. Di antara mereka, Benson pernah jadi bagian dari skuad PSIS dalam Kompetisi Liga Indonesia IX dan X.

Bukan Keuntungan

Meski saat ini peringkat PSIS masih di bawah Persita, yaitu 12, namun Ilham Jayakusuma cs diharap tidak meremehkan Julio Lopez dkk. Pasukan ''Mahesa Jenar'' tetap dinilai sebagai tim tangguh. Itu sudah dibuktikan mereka saat bertanding di luar kandang. Pasukan Sartono Anwar sering mencuri poin.

''PSIS tim bagus. Kami tidak mau meremehkan mereka, sekalipun sedang terpuruk di urutan 12. Justru itu bisa membangkitkan semangat untuk memenangi pertandingan ini,'' kata Manajer Tim Komarudin di sela-sela menunggui pasukan Benny Dollo mencoba Stadion Jatidiri.

Ditanya soal dua pemain PSIS yang absen, Kahudi dan Marten Tao, baik Komarudin maupun Benny Dollo tidak melihat itu sebagai keuntungan. Pelatih Sartono Anwar diyakini sudah menyiapkan pemain pengganti yang sepadan.

''Itu masalah mereka sendiri. Kami datang ke Semarang hanya untuk menang,'' ungkap Benny.

''Kalau tidak bisa menang, seri juga sudah baik. Asal, tidak kalah,'' imbuh Komarudin.

Kenangan

Lebih lanjut Benny juga mengakui penampilan PSIS semakin baik. Hal itu tidak lepas dari tangan dingin Sartono yang menggantikan Bonggo Pribadi. Sartono dinilai punya kemampuan memoles tim menjadi lebih baik lagi, mengingat pengalamannya yang luas.

Esaiah Pello Benson juga optimistis rekan-rekannya akan mengeluarkan kemampuan terbaik untuk memenangi pertandingan sore ini. Kenangan manis saat bersama PSIS dan juga persahabatan dengan teman-teman di tim Semarang, untuk sejenak akan dilupakan. Dia akan konsentrasi penuh membawa timnya meraih angka penuh.

''Saya tidak akan terbawa dengan kenangan waktu di sini. Ya tetap akan main fight,'' kata pemain asal Liberia itu.

''PSIS punya peluang 100 persen menang. Tapi, kami pun juga memiliki peluang 100 persen untuk mencuri tiga poin. Kami akan berusaha keras mewujudkan itu,'' imbuh Stephen Mennoch. (H13-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA