logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Nopember 2007 NASIONAL
Line

China Cabut Larangan Impor Produk Indonesia

SINGAPURA- Pemerintah China segera mencabut larangan masuk bagi produk Indonesia, seperti buah-buahan dan hasil laut. Kesepakatan tersebut tercapai setelah Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu bertemu dengan Menteri Inspeksi dan Karantina China Li Changjiang.

"Kami sudah saling melakukan pendekatan, sehinga produk buah-buahan kita seperti mangis yang tadinya dilarang masuk ke China, sekarang diperbolehkan. Produk lainnya seperti salak akan segera menyusul, namun harus melalui proses pemeriksaan. Sebelum akhir tahun, saya optimistis larangan tersebut dicabut pemerintah China," kata Mari.

Mari mengatakan hal itu di sela-sela KTT Ke-13 ASEAN di Hotel Sangri-La Singapura, seperti dilaporkan wartawan Suara Merdeka Dwi Pamuji Sulistyanto dari Singapura. Mari mengatakan, di bidang kelautan telah disepakati Mutual Recognition Agreement (MRA), sehingga kerja sama antara China dan Indonesia juga semakin meningkat. Dalam kesepakatan tersebut, kedua belah pihak akan mengakui standar yang ditetapkan masing-masing pihak.

Di bidang pengawasan obat dan makanan, juga terjadi kerja sama yang semakin meningkat. Waktu mendatang, lanjut dia, akan ada kerangka MoU yang lebih besar dan luas di mana hal tersebut akan berada di bawah kewenangan komisi gabungan di bawah Departemen Perdagangan terkait dengan keamanan produk dan kualitas.

Sebelumnya, beberapa produk Indonesia dilarang masuk oleh China antara lain hasil laut, minuman ringan, dan buah-buahan. Alasannya, otoritas China sebelumnya dilaporkan mengaku telah menemukan zat-zat beracun dan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit pada produk-produk asal Indonesia tersebut.

Bertemu

Sementara itu, Presiden SBY bertemu dengan PM Jepang Yasuo Fukuda, pada KTT ASEAN-Jepang. Dalam forum tersebut, Presiden didampingi antara lain Menko Perekonomian Boediono, Menlu Hassan Wirajuda, Mensesneg Hatta Radjasa dan Mari Elka Pangestu.

Pertemuan ASEAN dengan Jepang berlangsung sekitar satu jam, dilanjutkan dengan pertemuan pemimpin negara-negara ASEAN dengan pemimpin Korea Selatan, Presiden Korea Selatan Roh Moo-hyun. Dalam KTT ASEAN - Korea Selatan, kesebelas pemimpin negara juga menyaksikan penandatanganan dua perjanjian yaitu Agreement on Trade in Services under the Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation, dan MoU on Establishing the ASEAN - Korea Centre. (60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA