| Kamis, 22 Nopember 2007 | NASIONAL |
Muncul Awan Panas, tapi Tak Berbahaya
YOGYAKARTA - Rabu (21/11) dinihari sekitar pukul 12.50, awan panas dan lava pijar tampak keluar dari puncak Gunung Merapi. Namun kondisi tersebut menurut Kepala BPPTK Subandrio tidak berpotensi membahayakan karena memang begitulah karakter Merapi. ''Itu aktivitas yang hanya di permukaan, tidak ada aktivitas baru berdasarkan catatan, juga tak ada gempa vulkanik baru, anomali, semuanya stabil selama ini,'' ungkap dia ketika dihubungi, Rabu. Fenomena seperti itu menurutnya sudah biasa terjadi karena memang Merapi termasuk gunung api aktif dan tak pernah normal dalam posisi nol. Aktivitas di permukaan yang terlihat kemarin akan berlangsung dalam beberapa hari dan bisa terulang sebulan atau dua bulan mendatang. Kondisi demikian terjadi karena curah hujan lebat mengikis puncak mengakibatkan guguran dan menyebabkan keluarnya lava pijar dan awan panas atau wedhus gembel. ''Karena aktivitasnya yang stabil, kami menurunkan statusnya menjadi normal. Itu sudah berlangsung sejak seminggu lalu. Jadi, masyarakat tak perlu khawatir, memang begitulah Merapi, aktif normal, tak bisa normal sama sekali,'' tandasnya.(D19-62) | ||||