logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Mega Tolak Dikaitkan Laks

  • Kasus Penjualan VLCC

PASURUAN- Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri meminta dirinya tidak dikait-kaitkan dengan Laksamana Sukardi dalam kasus dugaan korupsi penjualan kapal tangker Pertamina (VLCC).

"Ya jangan sangkutkan lagi dengan pakai mantan-mantan PDI-Perjuangan. Nggak loh," kata Mega ketika berbincang dengan wartawan di sebuah rumah makan di Pandaan, Jawa Timur, Rabu (21/11).

Mega tidak menjawab secara langsung pertanyaan wartawan soal apakah ada kemungkinan dirinya akan dijadikan saksi untuk meringankan Laks.

"Orang itu harus berani memilih, kalau dia bukan PDI Perjuangan, ya sudah jangan urusannya diikut-ikutkan ke saya. Dia kan sudah punya partai baru," kata Mega.

Keterlibatan Boediono

Sementara itu, Menko Perekonomian Boediono dianggap mengetahui penjualan kapal tanker VLCC yang menjerat mantan Menneg BUMN Laksamana Sukardi. Pengacara Laks mendesak Kejagung memeriksa mantan Menkeu era Megawati Soekarnoputri itu.

"Secara resmi kami telah mengirim surat ke Jampidsus, meminta agar memeriksa Bapak Boediono," kata pengacara Laks, Juniver Girsang saat mendampingi Laks di Gedung Kejaksaan Agung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Rabu (21/11).

Menurut Juniver, sebagai mantan Menkeu pada saat itu, Boediono dianggap mengetahui tentang penjualan kapal VLCC. "Beliau sebagai saksi fakta yang mendengar, melihat dan merasakan terkait kasus ini," ujarnya.

Juniver mengatakan, selain surat, pengacara juga menyerahkan surat yang ditandatangi Boediono tertanggal 7 Juli 2004. Isi surat tersebut mengenai izin penjualan kapal VLCC.

Jual beli kapal VLCC dilakukan Juni 2004, kenapa suratnya 7 Juli 2004? "Ya waktu itu kan belum delivery," katanya.

Untuk kelima kalinya, Laksamana diperiksa sebagai tersangka kasus penjualan kapal tanker VLCC Pertamina. "Melanjutkan pertanyaan sebelumnya seputar kebijakan, karena kapasitas saya menyangkut kebijakan, tidak masalah teknis," kata Laks.

Laks mengaku belum menghubungi Menko Perekonomian Boediono untuk memintanya menjadi saksi.

"Hanya via media saja. Tetapi harusnya ditanyakan ke Pak Boediono agar memberi penjelasan tentang kebijakan dia. Secara pribadi misalkan beliau diperiksa lebih baik, karena penjualan VLCC ada persetujuan Boediono untuk melepas aset-aset yang dikelola. Penjualan VLCC mengikuti mekanisme yang ada. Jadi tidak ada salahnya jika beliau memberi kesaksian," terang dia.(dtc-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA