logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Safari Mega Takkan Dongkrak Suara

  • Mbah Tardjo : Ada Penggembosan

JAKARTA- Politikus gaek PDI-P Soetardjo Soerjogoeritno menganggap safari politik Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri tidak akan mendongkrak suara dalam Pemilu 2009.

Indikasinya beberapa acara gagal dilaksanakan selama safari tersebut. "Di beberapa tempat banyak acara batal. Begitu juga dengan acara di Semarang tidak sukses. Padahal, potensi 'banteng' di sana sangat luar biasa," katanya di Gedung DPR RI Senayan Jakarta, Rabu (21/11).

Mbah Tardjo, panggilan akrabnya, mengatakan dia yang mempelopori banteng Jawa Tengah. "Saya yang mendongkrak banteng Jateng, dari tidak ada menjadi ada. Akhirnya, PDI-P menang mutlak. Tapi kok saya tidak diberi tahu," keluhnya.

Oleh karena itu Mbah Tardjo pesimistis safari itu akan mendongkrak suara. "Kalau di pilkada memang kita sering menang. Tapi belum tentu, menang di pilkada menjadi jaminan di pilpres," tegasnya.

Dia menduga, banyaknya acara yang gagal dilaksanakan disebabkan karena keterlibatan orang ketiga. "Kelihatannya ada orang ketiga yang membuat banyak acara gagal. Orang ketiga itulah yang melakukan penggembosan," ucapnya.

Siapa yang menggagalkan acara itu, Mbah Tardjo hanya menjawab singkat. "Orang ketiga itu bisa berasal dari internal atau eksternal PDI-P," katanya.

Kunjungan Pribadi

Menanggapi itu, Ketua Fraksi PDI-P Tjahjo Kumolo menduga Mbah Tardjo belum memahami kunjungan silaturahmi Mega ke Jateng, Jatim, dan Jabar. Menurutnya, kunjungan Mega sebagai pribadi dan ketua umum partai adalah untuk mendengar keluhan dan masukan dari masyarakat petani, nelayan dan perajin.

Menurut Tjahjo, keluhan-keluhan itu akan diperjuangkan oleh FPDI-P dan sebagai bagian dari rencana program partai serta Pilpres nantinya. "Jadi, tidak ada kaitannya dengan partai. Makanya, tidak ada bendera dan seragam partai ataupun kader partai. Semua murni masyarakat terkait, bukan kader PDIP," kilahnya.

Safari politik Megawati ke Jatim benar-benar untuk mendengarkan jerit hati nurani rakyat. Mega tak mau membicarakan masalah politik. Padahal, di ranah perpolitikan Jatim sekarang sedang ditunggu-tunggu keputusan final DPP PDI-P mengenai surat rekomendasi calon gubernur (Cagub) Jatim yang diusung dan didukung partai ini.

Saat ditanya wartawan di Hotel Majapahit di Jalan Tunjungan Surabaya, Rabu (21/11), putri sulung Bung Karno itu enggan menjawab pertanyaan mengenai surat rekomendasi cagub Jatim. "Aduh, saya ke sini bukan untuk ngurusi itu (surat rekomendasi cagub PDI-P)," tegas Mega.(H28,G14-48)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA