| Kamis, 22 Nopember 2007 | MURIA |
Berkah Panen Kacang, Seikat Daduk Laku Rp 5.000PANEN kacang tanah di sebagian wilayah mendatangkan berkah bagi para ibu rumah tangga di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati. Betapa tidak? Daduk (daun kacang) yang dibuang oleh petani bernilai jual tinggi. Untuk seikatnya ukuran rangkulan orang dewasa bisa dijual seharga Rp 5.000. Daduk tersebut biasanya digunakan untuk pakan sapi dengan cara dicacah. Dalam sehari, saat panen kacang tanah, masing-masing pencari daduk bisa mendapatkan 5-7 ikat. Sebagian digunakan untuk pakan sapinya sendiri sebagian lagi dijual kepada tetangga atau orang lain yang juga memelihara sapi. Hampir tiap keluarga di daerah tersebut memiliki 2-5 ekor sapi. Pekerjaan sampingan itu sebagai celengan untuk kebutuhan mendesak yang jumlahnya besar. Rata-rata Paro Baya Seperti siang kemarin, di bawah pohon randu besar di pinggir sawah puluhan ibu rumah tangga itu tekun memisahkan daduk dari kacang. Mereka yang rata-rata berusia paro baya dimintai bantuan pemilik kacang yang baru saja panen untuk pekerjaan itu dengan imbalan boleh mengambil daduk dengan gratis. "Saya hanya mocok, bayarannya ya daduk," ungkap Sawi, warga Desa Sumbermulyo yang juga mengaku baru kali pertama ikut dalam pekerjaan itu. Warga lainnya, Jasri mengatakan, dalam berburu daduk selama ini memang agak susah. Selama ini dalam mencarikan pakan sapinya dia mencari tebon (batang tanaman jagung) dan momol (daun tebu muda) hingga ke luar desanya. Dengan adanya panen kacang itu, dia mengaku terbantu. Karena selain tidak repot berburu pakan jauh-jauh, sebagian juga laku dijual untuk menambah pendapatannya. "Panen kacang seperti ini tidak bisa dipastikan. Jadi, saya tidak hanya menggantungkan daduk saja," ujar wanita yang sudah berusia udzur itu.(M Noor Efendi, 36) |