| Kamis, 22 Nopember 2007 | MURIA |
Penyelamatan Koral Perlu Perhatian BersamaJEPARA - Langkah-langkah dalam menyelamatkan terumbu karang (koral) di perairan Jepara dan Karimunjawa membutuhkan perhatian banyak pihak. Selain pemerintah, segala aktivitas di perairan juga perlu bersama-sama memperhatikannya, tak terkecuali pengguna kapal besar dan nelayan yang melaut. "Faktor alam dan manusia memang menjadi penyebab terjadinya kerusakan terumbu karang. Penanganan ini membutuhkan dukungan banyak pihak," ujar Yuli Susanto, Kepala Bidang Pengembangan dan Pengelolaan Pariwisata Kabupaten Jepara, Selasa (20/11). Dia mengemukakan hal itu menanggapi hasil survei reef check pada 9-15 November oleh Marine Diving Club (MDC) dari Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Undip Teluk Awur di lima titik di perairan Karimunjawa. Pemantauan dilakukan pada kemunculan karang hidup, ikan, invertebrata indikator kesehatan karang, serta yang memiliki nilai ekonomi penting. Penurunan Ekosistem Hasil pemantauan dalam periode 2004-2007 itu menunjukkan penurunan ekosistem terumbu karang di kedalaman 3-10 meter. Selain faktor alam berupa badai dan ombak, aktivitas manusia juga menjadi penyebabnya, antara lain jangkar kapal. Yuli Susanto mengungkapkan, yang dilakukan Pemkab Jepara saat ini adalah terus mengimbau kepada para penangkap ikan di perairan Karimunjawa agar menggunakan alat-alat yang ramah lingkungan termasuk tidak mengganggu ekosistem koral. Sampai sekarang penangkapan ikan dengan apotas dan bom air masih dilakukan sebagian orang dan bisa berdampak pada ekosistem di laut. "Pengawasan terhadap praktik ini rumit karena keterbatasan sarana dan tenaga," tegasnya. Dia menilai, survei itu sebagai hal positif untuk masukan pihak-pihak terkait termasuk pemerintah. Ketua MDC FPIK Undip Achmad Mustofa mengungkapkan, data terbaru yang diperoleh melalui survei itu tidak hanya disampaikan ke Pemkab tetapi juga ke Pemprov, Pemerintah Pusat, serta Balai Taman Nasional (BTN). "Kami harapkan data ini menjadi masukan untuk pengelolaan yang lebih baik," imbuhnya. (H15-69) |