logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Nopember 2007 MURIA
Line

Pedagang Berharap Renovasi Dipercepat

  • Pascakebakaran Pasar Bitingan

KUDUS- Paguyuban Pedagang Pasar Bitingan Kudus minta agar renovasi pasar yang terbakar 2 November lalu dipercepat. Hal tersebut dilakukan agar aktivitas perekonomian dapat segera pulih seperti semula. Pernyataan tersebut dikemukakan Ketua Paguyuban Sumadi, dan Sekretaris Azkarin Muthoharun melalui siaran pers kepada Suara Merdeka, Rabu (21/11).

Dijelaskan, para pedagang yang menjadi korban kebakaran dijanjikan selambat-lambatnya 20 hari setelah musibah berlangsung dapat segera menempati penampungan. ''Namun, hingga sekarang masih dalam proyek pengerjaan yang mengakibatkan terganggunya upaya kami mencari nafkah,'' ungkapnya.

Selain itu, pihaknya meminta agar uji kelayakan bagunan dapat diumumkan secara luas kepada pedagang. Hal itu tentunya membuat resah pedagang, yang mengharapkan kepastian renovasi pasar.

Juga, persoalan belum dibenahinya jaringan listrik di pasar Bitingan mengakibatkan pedagang banyak yang mencari aliran listrik darurat. Kondisi tersebut jelas membayakan keselamatan pasar.

Dengan melihat pengalaman terjadinya kebakaran pada 2001, yakni menyangkut ''tertutupnya'' pasar karena penampungan di sekelilingnya, dikhawatirkan akan menurunkan omzet pedagang. ''Kami minta agar semua itu dapat segera diselesaikan,'' ungkapnya.

Kepala Kantor Pengelolaan Pasar, Suwondo ketika dikonfirmasi kemarin menyatakan pihaknya akan berupaya untuk segera menyelesaikan penampungan sementara tersebut. Menurutnya, hal itu akan selesai dalam waktu dekat.

Sedangkan untuk hasil uji beton, secara umum kondisinya memang masih baik. Hanya, pada bagian yang rusak akan segera diperkuat. Adapun soal pembenahan listrik juga akan diupayakan realisasinya. ''Kita tunggu dana dari APBD dulu,'' ujarnya.

Pihaknya memahami keluhan dari para pedagang. Namun, pihak pasar sendiri hingga kini masih terus untuk mengupayakan apa yang menjadi keinginan pedagang.

Akibat musibah tersebut, selain kerugian berupa rusaknya sejumlah sarana, pihaknya juga mengalami kerugian akibat turunnya pendapatan dari sektor retribusi. Setiap tahun target retribusi mencapai Rp 398 juta, adapun kerugian dari sisi retribusi mencapai Rp 23 juta.(H8-19)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA