logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Nopember 2007 SEMARANG
Line

Dua Rumah Terancam Digusur

  • Posisi Benteng Diminta Dikembalikan

UNGARAN - Dua bangunan yang terdiri atas rumah dinas Bank BPD dan rumah milik Subagiyo di sisi timur Benteng Willem II Ungaran, diminta digusur. Sebab, dua rumah tersebut menghalangi pintu gerbang benteng yang sebenarnya. ''Kami ingin posisi benteng dikembalikan seperti semula. Yaitu, pintu gerbang depan berada di sebelah timur,'' kata Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Semarang (DKKS) Sudirman, Rabu (21/11), usai pertemuan dengan tim konsultan perencanaan revitalisasi benteng PT Natural Desain Cipta Laras Semarang dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Drs H Soeparwadi.

Sudirman yang datang beserta anggotanya mengatakan, jika posisi benteng dikembalikan seperti semula, konsekuensi logisnya adalah dua rumah tersebut disingkirkan. Sebab, dua bangunan itu untuk akses menuju gerbang benteng yang selama puluhan tahun tertutup.

''Saya harap ini diperhatikan. Jangan sampai sejarah dikaburkan. Pintu benteng yang berhadapan dengan Kantor Bupati Semarang sebenarnya adalah pintu belakang benteng,'' tegasnya.

Dia heran mengapa dua bangunan tersebut bisa didirikan di tanah area benteng. Pertemuan di Dispartabud kemarin dilanjutkan dengan melihat kondisi benteng saat ini yang banyak ditumbuhi rumput liar.

Konsultan perencanaan dari PT Natural Disain Cipta Laras, Wiwik Purwati menjelaskan, saat ini pihaknya sedang mencoba mengenali bagaimana sejatinya bangunan di benteng tersebut.

''Melihat bentuk bangunan kami memiliki dugaan kuat bahwa memang pintu depan gerbang benteng ini di sisi timur,'' katanya.

Meski demikian, tetap ada akses dari pintu belakang yang berhadapan dengan kantor bupati. Hal ini merupakan etika yang harus dilakukan agar benteng tidak terkesan membelakangi kantor bupati.

''Kondisi zaman sudah berubah. Mungkin Jl Diponegoro Ungaran depan kantor bupati belum ramai pada zaman dulu,'' terang dia.

Kampung Pendrikan

Di depan pintu benteng yang sebenarnya, orang menyebut kampung tersebut adalah Pendrikan. Berdasarkan sumber yang dihimpun, dahulu ada orang Belanda bernama Van Hendrik, sehingga dinamakan Pendrikan. Seiring perjalanan sejarah, Jalan Pendrikan berubah menjadi Jl Brigjen Sudiarto.

Terkait dengan permintaan DKKS yang membawa dampak akan tergusurnya dua rumah, Kepala Dispartabud Soeparwadi belum secara tegas menjawab. ''Kami menunggu rekomendasi dari konsultan perencana, bagaimana nanti,'' ungkapnya.

Selain DKKS, Dispartabud, dan PT NDCL, penghuni lama benteng Karsono dan Nargo diminta kesediaannya mendampingi tim tersebut.

Karsono yang sejak 1952 menghuni benteng, bersama tiga keluarga pada Desember mendatang akan pindah. Sementara belasan keluarga lainnya sudah pindah dan diberi pesangon Pemkab Semarang. (H14-37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA