| Kamis, 22 Nopember 2007 | SEMARANG |
Pemindahan Kayu Jati ke TPK Wirosari RampungGROBOGAN-Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi Perum Perhutani Unit I Jateng secara bertahap akhirnya berhasil memindahkan semua tanaman jati yang roboh di Kawasan BKPH Tumpuk ke lokasi tempat penimbunan kayu (TPK) Wirosari. Proses pemindahan dilakukan selama beberapa hari menyusul amuk angin kencang Selasa (13/11) sore yang mengakibatkan kerusakan tanaman jati di wilayah BKPH Tumpuk dan BKPH Karangasem Wirosari. Administratur/KKPH Purwodadi Ir Benyamin HS MForSci melalui Kaur Humas Sugiyono mengatakan, dengan adanya pemindahan semua pohon yang roboh ke TPK Wirosari akan menutup kemungkinan penjarahan kayu oleh orang tidak bertanggung jawab. ''Secara bertahap semua kayu yang usianya telah mencapai puluhan tahun telah berhasil dipindah semua ke TPK Wirosari. Dengan dikumpulkan di TPK maka tertutup kemungkinan aksi penjarahan kayu milik negara,''jelas Sugiyono kemarin. Hanya saja diakuinya setelah ada pendataan ulang maka jumlah pohon roboh dikawasan BKPH Tumpuk bertambah menjadi ribuan. Berbeda jauh dari angka taksiran awal yang hanya menyebutkan 426 batang pohon dengan volume 57, 082m3. 1.794 Batang Sesuai pendataan terakhir baru diketahui sekitar 1.794 batang pohon di sembilan anak petak RPH Teges wilayah BKPH Tumpuk roboh akibat angin kencang. Jumlah pohon roboh terbaru, ujar pria tersebut, langsung dilaporkan kepada pihak posko bencana alam untuk dilakukan inventarisasi. Sementara itu mengenai kayu yang berhasil diamankan di TPK selanjutnya akan dilelang. Bagi masyarakat yang berminat membeli kayu tersebut bisa menanyakan langsung ketentuan sistim lelang kepada pihak TPK Wirosari. Sebagaimana diketahui, musibah angin kencang di Kecamatan Wirosari beberapa waktu lalu merusakkan areal hutan negara BKPH Tumpuk dan Karangasem. Khusus untuk BKPH Tumpuk, kawasan yang rusak mencakup petak 104b, 105c, 108b, 109c, 115a, 116a, 117b, 118a dan 122a. Kayu jati yang roboh di tempat itu umurnya bervariasi. Mulai dari usia 22 tahun hingga 60 tahun. Sedangkan, di BKPH Karangasem ditemukan ada sekitar lima pohon jati yang roboh. Untuk menghindari kemungkinan penjarahan kayu, semua pohon yang roboh setelah dipotong-potong dikirim ke TPK Wirosari. Dikatakan, pada tahun 2007 ini KPH Purwodadi telah melakukan realisasi penanaman kayu di wilayah hutan negara seluas sekitar 2. 943, 2 hektare. Adapun jenis tanaman unggulan yang dibudidayakan berupa Jati Plus Perhutani.(JPP).(H 41-41) |