logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Nopember 2007 SEMARANG
Line

Tak Punya Motor, Tak Bisa Jawab TTS

PADA bulan tertib lalu lintas kali ini, Ditlantas Polda Jateng bersama Yamaha menggelar Safety Riding Campaign di 9 sekolah di Kota Semarang. Untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa tentang tata tertib berlalu lintas, mereka diminta menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dikemas dalam bentuk teka teki silang (TTS). Ternyata, tidak semua siswa mampu mengisi TTS yang diberikan. Salah satunya adalah Oktaviadi, siswa kelas 12 SMAN 5. Ia mengaku bingung dengan TTS yang harus diisinya.

''Tadi ada pertanyaan apa nama tempat yang digunakan untuk memasang nomor polisi. Saya nggak bisa jawab, soalnya saya nggak punya motor atau mobil sih.'' Namun demikian, ia menilai positif digelarnya acara itu. Selain untuk menambah pengetahuan, ia berharap agar nantinya para pelajar lebih berhati-hati saat berkendaraan dan tidak ugal-ugalan di jalan.

Motor Mendominasi

Rizqi Faisal, siswa kelas 11 A5 mengaku tidak bisa menjawab pertanyaan TTS yang berkaitan dengan mobil. ''Kalau motor sih saya tahu, soalnya saya memang pengendara motor.'' Senada dengan Oktaviadi, ia mendukung digelarnya acara tersebut agar para pengendara mobil dan motor lebih tertib berlalu lintas.

Seperti diketahui, sepeda motor merupakan kendaraan yang paling mendominasi jalanan di Indonesia, termasuk Semarang. Sebagian besar pengendaranya adalah kawula muda, termasuk para pelajar.

Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda Jateng AKBP R Slamet Santoso saat ditemui pada acara tersebut di SMAN 5 (21/11) berharap agar para siswa dapat lebih memahami aturan berlalu lintas dengan baik. Pada program digelar mulai 17 November lalu, sampai 22 Desember itu, pihaknya juga melatih dan memberikan pengarahan pada para pelajar agar dapat berkendaraan dengan baik. Dijelaskan, acara serupa sudah digelar di SMA Kesatrian II. Selan- jutnya, program tersebut akan dilaksanakan di SMA Kesatrian I, SMA Setia Budi, SMAN 2, SMAN 7, SMAN 13, SMAN 4, dan SMK Pembangunan. Ia menambahkan, dari setiap sekolah yang dikunjungi, akan diambil 10 peserta terbaik yang nantinya akan berkompetisi pada ajang grand final di Simpanglima.

Menurut dia, sebagian besar pengetahuan siswa terhadap peraturan lalu lintas sudah cukup baik. ''Namun hal itu harus terus ditingkatkan.'' Toni, dari Yamaha menambahkan, sebagai produsen sepeda motor, pihaknya sangat peduli dengan ketertiban berlalu lintas, terutama oleh para pelajar.

Dengan digelarnya acara tersebut, lanjutnya, para siswa diharapkan lebih dapat memahami dan mematuhi peraturan lalu lintas. Usai mengisi TTS di kelas masing-masing, para siswa mendapat pengarahan dari anggota Ditlantas Polda Jateng di lapangan sekolah mengenai cara mengendarai motor yang benar. Yang harus diperhatikan adalah kelengkapan surat-surat seperti SIM dan STNK, begitu juga kelaikan kendaraan seperti kaca spion, rem, oli, bensin, dan sebagainya.(Ida N-41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA