logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Nopember 2007 SEMARANG
Line

Pohon Peneduh di Gombel Tumbang

  • Akibatkan Kemacetan

SEMARANG- Lagi, pohon peneduh di tepi jalan raya tumbang kemarin sore (21/11) pukul 15:30 di daerah Gombel Baru atau tak jauh dari mes TNI AL. Pohon Angsana dengan diameter sekitar 60 cm dan tinggi kurang lebih 15 meter itu tiba-tiba saja tumbang, padahal tidak ada angin kencang maupun hujan waktu itu.

Akibatnya, pohon menimpa sebuah lampu penerangan jalan hingga rusak dan kabel listriknya putus. Selain itu terjadi kemacetan beberapa saat di Gombel Baru karena saat tumbang kondisi pohon melintang di jalan raya. Apalagi saat itu adalah jam-jam sibuk karena waktu pulang kantor.

Beruntung petugas kepolisian dari unit Lalu Lintas Polresta Semarang Selatan segera melakukan rekayasa sehingga kemacetan bisa teratasi. Oleh polisi pengendara dari arah selatan (atas) diminta melewati Gombel Lama, sedangkan dari arah bawah tetap melalui jalur itu. Tak berselang lama beberapa petugas dari Dinas Pertamanan dan Pemakaman Kota Semarang tiba di lokasi dan segera menyingkirkan pohon tersebut.

Menurut Latip, salah seorang petugas dari Dinas Pertamanan tumbangnya pohon dikarenakan batangnya sudah keropos. "Bagian bonggol pohon tersebut sudah keropos sehingga tidak kuat menahan batang yang berukuran cukup besar," katanya.

Petugas kemudian memotong-motong batang pohon dan meletakkannya di tepi jalan raya agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Sekitar pukul 16:00, arus sudah lancar kembali karena batang pohon sudah berada di tepi jalan.

Menurut beberapa petugas, tidak ada korban dalam kejadian tersebut karena pengendara yang melintas segera menghentikan laju kendaraannya ketika mengetahui ada pohon akan tumbang.

Salah seorang saksi mata Teguh (35) warga Tembalang menyatakan tumbangnya pohon mengeluarkan suara berderak cukup keras. "Saat itu saya melintas karena hendak pulang sehabis bekerja. Lalu saya mendengar ada suara kemeretak diiringi tumbangnya pohon itu," katanya.

Beruntung ketika pohon hendak tumbang dirinya kemudian menginjak rem sepeda motornya sehingga terhindar dari musibah. Teguh berharap instansi terkait melakukan pengawasan lebih ketat terhadap pohon peneduh agar tidak terjadi musibah. "Tidak ada angin dan hujan saja pohon bisa roboh, gimana kalau nanti ada angin kencang," pungkasnya.(H23-41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA