logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Nopember 2007 SEMARANG
Line

Trotoar Jembatan Mrican Diberi Pot

  • Antisipasi Kembalinya Pedagang

SEMARANG- Untuk mengantisipasi kembalinya pedagang, trotoar Jembatan Mrican dipasangi pot tanaman. Pemasangan pot itu dikerjakan tim gabungan yang terdiri atas petugas Dinas Pasar, Satpol PP, Kecamatan Semarang Selatan, dan Kelurahan Lamper Kidul, Senin (19/11) lalu.

Bersamaan dengan itu, pedagang yang sebelumnya menggelar dasaran di atas trotoar dipindahkan ke Lantai II Pasar Mrican. Pemindahan ini merupakan kali kedua. Sebelumnya, menjelang Lebaran lalu pedagang sudah menempati Lantai II, namun karena sepi pembeli, mereka kembali turun ke trotoar.

Kepala Pasar Mrican, Umaryanto berharap, pemasangan pot tanaman dapat menyelesaikan masalah kemacetan lalu lintas di ruas jalan tersebut. Pasalnya, pedagang yang dinilai sebagai penyebab kemacetan itu tidak lagi punya tempat jualan di trotoar jembatan.

Kendati demikian, pihaknya tetap akan memantau. Jika ada pedagang yang nekat berjualan di antara pot-pot itu, akan diminta pergi. ''Beberapa kali kami masih menemukan ada pedagang yang mencuri-curi kesempatan, terutama pada siang hari. Mereka adalah pedagang dari sebelah timur sungai. Tapi begitu ketahuan, langsung kami halau,'' kata Umaryanto, Rabu (21/11).

Pakir Becak

Sementara masalah becak yang mangkal di sana belum teratasi. Becak yang digunakan pengunjung mengangkut barang belanjaan itu masih parkir di sana. Memang, setelah pedagang ke Lantai II, becak bisa diparkir lebih ke tepi, namun tetap berada di badan jembatan.

Di banding, pasar-pasar tradisional lain, Pasar Mrican relatif miskin lahan parkir. Pasar di Jalan Tentara Pelajar itu hanya punya sedikit lahan parkir, yang hanya untuk kendaraan roda dua. Becak maupun mobil pengunjung harus mencari tempat parkir di sekitar pasar.

Mamik Wijaya (46), tukang becak menuturkan, tidak adanya lahan parkir yang memadai membuat dia dan rekan-rekannya repot. Di satu sisi becak masih dibutuhkan pengunjung pasar, tapi di sisi lain tidak memiliki lahan parkir. ''Mestinya, dipikirkan juga lahan parkir untuk becak, sehingga kami bisa merasa tenang,'' kata Mamik.(H6-18)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA