logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Nopember 2007 INTERNASIONAL
Line

LINTAS JAGAT

PNG Banjir, 163 Tewas

PORT MORESBY - Banjir di Papua Nugini (PNG) menewaskan 163 orang, menyebabkan sekitar 1.000 rumah hancur dan ribuan orang mengungsi, kata polisi, kemarin. Banjir di negara Pasifik Selatan bagian timur itu disebabkan badai tropis akhir pekan lalu. Air menggenangi jalan-jalan dan rel kereta api di daerah pegunungan terpencil sehingga menghambat upaya pertolongan.

Bantuan baru mulai sampai di beberapa desa terpencil, kemarin, ketika helikopter-helikopter tiba dari ibukota Port Moresby. ''Kami mencatat 163 orang tewas, 10 lainnya terluka akibat kelaparan,'' kata jurubicara polisi lokal David Terry kepada Reuters. ''Kami menghadapi hujan di beberapa daerah provinsi itu. Di beberapa daerah air surut dan di daerah lain masih banjir,'' katanya.

Para petugas kesehatan khawatir meluasnya penyakit. ''Situasi sangat buruk,'' kata Terry. Dia menambahkan bahwa dia memperkirakan jumlah mereka yang tewas akan bertambah. ''Kami perlu melakukan satu usaha pertolongan besar-besaran untuk mencegah penduduk kelaparan.''

PM Sir Michael Somare memimpin sidang darurat kabinet mengenai bencana alam itu, Senin llau. Dia mengatakan banjir membuat sekitar 145.000 orang menderita.

Papua Nugini, tetangga terdekat Australia, merupakan negara berpenduduk sekitar enam juta orang. Sekitar 85 persen penduduknya bergantung pada hasil pertanian.(ant-26)

Jadi Tersangka Korupsi

PARIS - Mantan presiden Prancis Jacques Chirac (74) menjadi tersangka kasus penggelapan uang negara selama dia menjabat sebagai wali kota Paris pada periode 1977-1995. Jean Veil, pengacara Chirac, kemarin menjelaskan bahwa hakim telah memasukkan nama kliennya dalam daftar investigasi formal.

Tahap ''investigasi formal'' itu berarti, hakim dapat memerintahkan tersangka untuk hadir dalam sidang. Namun hakim yang memeriksa kasus itu juga dapat memutuskan tidak ada cukup bukti untuk mendakwa Chirac.

Chirac tidak lagi memiliki kekebalan dari tuntutan hukum sejak dia mengakhiri jabatan sebagai presiden Mei lalu. Selama ini dia berkali-kali membantah tuduhan korupsi tersebut.

Kasus itu berkaitan dengan pengangkatan 40 pegawai dan penasihat balai kota Paris oleh Chirac. Orang-orang yang diangkat itu berasal dari kelompok kanan-tengah. Mantan presiden itu juga diperiksa mengenai kasus proyek fiktif pada Juli lalu. Empat pembantunya selama dia menjadi wali kota juga telah diselidiki terkait kasus tersebut.

Dalam tulisan di koran, kemarin, Chirac menyatakan bahwa dia telah mempekerjakan orang-orang yang berkualitas selama menjadi wali kota. Mereka membantunya merevitalisasi Paris. ''Saya ingin atau berwenang melakukan rekruitmen tersebut. Sebab mereka memang layak dipekerjakan,'' tulisnya.(rtr-ben)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA