| Kamis, 22 Nopember 2007 | INTERNASIONAL |
TGV Disabot saat Serikat Pekerja BerundingPARIS - Saat wakil-wakil serikat pekerja berunding dengan pihak manajemen, aksi-aksi sabotase terjadi pada jaringan kereta cepat TGV Prancis, kemarin. Perusahaan negara SNCF (operator TGV) mengatakan aksi sabotase kemarin pagi itu terkoordinasi rapi. Pelaku membakar kabel-kabel sinyal di beberapa titik dalam jaringan TGV. Akibat sabotase tersebut, SNCF terpaksa mengalihkan kereta-kereta TGV ke jalur biasa. Pengalihan itu menyebabkan banyak jadwal operasi TGV tertunda. Menteri Transportasi Dominique Bussereau mengutuk tindakan yang merusak fasilitas umum tersebut. ''Tindakan itu sepenuhnya tidak bisa diterima. Mereka tampaknya terkoordinasi rapi,'' ujar Bussereau. Para pemimpin serikat pekerja juga mengutuk sabotase tersebut. ''Tindakan perusakan itu dapat berdampak serius pada keselamatan kereta api. Para pelakunya jelaslah orang-orang pengecut,'' kata Didier Le Reste dari Konfederasi Serikat Pegawai Negeri. Gerakan sabotase itu berlangsung saat manajer SNCF dan RATP (operator kereta api bawah tanah di Paris) bertemu dengan tokoh-tokoh serikat pekerja dan wakil-wakil pemerintah. Mereka membahas langkah-langkah untuk mengakhiri aksi mogok yang telah menyebabkan kerugian sekitar 400 juta euro (sekitar Rp 5,3 triliun). Serikat pekerja menolak rencana pemerintah mengubah sistem dana pensiun. Selasa lalu, Presiden Nicolas Sarkozy bertekad melanjutkan program reformasi ekonominya. Dia mendesak para pegawai dan buruh untuk mengakhiri aksi mogok. Manajemen SNCF mengatakan telah menyediakan dana insentif sebesar 90 juta euro per tahun apabila para pegawai bersedia kembali bekerja. ''Kini saatnya orang mempertimbangkan apakah tepat melanjutkan aksi mogok yang telah merugikan pengguna jasa transportasi dan pekerja,'' kata Sarkozy. Warga Prancis mengeluhkan aksi mogok tersebut, namun mereka juga mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan tuntutan para pekerja transportasi.(afp-ben-26) |