logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Nopember 2007 INTERNASIONAL
Line

Minyak Melambung, SD Jepang Hilangkan Tradisi Makan Siang

TOKYO - Gara-gara harga minyak mentah yang belakangan ini melambung, satu sekolah dasar negeri di Yokohama, Jepang, terpaksa menghilangkan tradisi makan siang bagi muridnya. Padahal, tradisi itu telah berlangsung tahunan.

Hal tersebut dikemukakan Dewan Pendidikan Kota setempat, kemarin, ketika menerima laporan adanya sekolah dasar yang membatasi kegiatan makan siang yang sudah menjadi keharusan di negeri ''Takhta Bunga Seruni'' itu, demikian dilaporkan kantor berita Kyodo. ''Keputusan yang dikeluarkan pihak sekolah tersebut aneh,'' demikian komentar Dewan Pendidikan Kota Yokohama.

Hal itu juga menjadi laporan satu-satunya yang diketahui adanya sekolah yang membatasi layanan makan siang yang sudah berlangsung puluhan tahun lamanya di Jepang.

SD Negeri Ekoda memutuskan pada 8-9 Januari 2008, pihaknya terpaksa meniadakan jam makan siang bagi para siswanya, menyusul semakin naiknya harga-harga makanan.

Pihak sekolah menilai kenaikan biaya untuk makan siang semakin meningkat sejak Oktober lalu, yang diperkirakan mencapai 10 persen.

Di Yokohana sendiri terdapat 347 sekolah dasar yang menyediakan makan siang untuk murid-muridnya. Biaya makan siang itu diambil dari orangtua murid sebesar 3.700 yen atau setara Rp 296.000 (kurs 1 yen setara Rp 80) setiap bulannya.

Setiap siswa menikmati makan siangnya senilai 220 yen atau Rp 17.600 setiap harinya. Sedangkan menu makan siang haruslah bergizi baik dan ditentukan oleh pihak sekolah. Tambahan untuk biaya makan siang tidak diperkenankan.(ant-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA