logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Nopember 2007 EKONOMI
Line

Sido Muncul Pasarkan 150 Produk

SEMARANG-PT SidoMuncul yang didirikan tahun 1951 saat ini berkembang pesat dengan 150 jenis produk. Di antaranya yang sangat menonjol, produk Tolak Angin, Kuku Bima Ener-G!, jamu komplit, kunyit asam dan SidoMuncul C1000mg.

''Mulai 2003, kami memutuskan masuk ke bisnis minuman energi. Waktu itu, ada dua pertimbangan menciptakan merk baru untuk minuman energi tersebut atau menggunakan merk yang sudah ada. Akhirnya kami memutuskan tetap menggunakan merk Kuku Bima untuk minuman energi dengan nama Kuku Bima Ener-G! (Brans Extention),'' kata Presdir Irwan Hidayat.

Pertimbangannya, menurut dia, memakai merk Kuku Bima akan lebih mudah dan tidak mahal daripada menciptakan merk baru. Alasan pertama, merk Kuku Bima sudah terkenal dan sering mendapatkan penghargaan ICSA, IBBA maupun top brand lain. Pertimbangan lain, minuman energi dikuasai dua brand yang sangat terkenal dominan dan billing iklannya juga luar biasa.

Pada 23 April 2004, Kuku Bima Ener-G! diluncurkan ke pasar. Iklannya yang kali pertama dibintangi Rieke "Oneng"Dyah Pitaloka dan Doni Kesuma, kemudian sejumlah bintang iklan lain, seperti Chris John, M Rahman, Mbah Maridjan, Vega "Ngatini" Darwanti, Ade Rai, dan Wynne Prakusya,

''Selama 18 tahun minuman energi selalu berwarna kuning, kami pelopor pertama yang mengeluarkan minuman energi dalam berbagai macam rasa. Di antaranya, rasa anggur, jeruk, jambu, original, kopi dan teh,'' katanya.

Begitu diluncurkan, Irwan mengakui, Kuku Bima Energi mendapatkan sambutan baik di pasar dan antusias dari grosir dan pelanggan. Karena permintaan pasar meningkat tajam, maka pada 2006 kami memutuskan memperluas pabrik Kuku Bima Energi. ''Pabrik yang dibangun di atas tanah seluas 15 hektar dan luas bangunan 5000 m2, hari ini (Kamis-red) diresmikan.''

Pabrik ini ditunjang berbagai peralatan modern. Adapun salah satu teknik produksi yang diterapkan dengan memakai mesin mixer yang dapat mengaduk produk menjadi homogen, mesin pengering dengan temperatur yang rendah di bawah 50 derajat celcius, sehingga vitaminya tidak rusak atau lebih stabil. (B19-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA