logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 21 Nopember 2007 SALA
Line

Belum Rampung, Talut Petoran Ambrol

  • Diduga Salahi Bestek

JEBRES - Belum selesai dibangun, bangunan penahan atau talut di RW 8 Kampung, Jebres jebol sepanjang 15 meter. Diduga, pembangunan talut tersebut menyalahi bestek sehingga . Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Jebres meminta talut dibongkar total dan pembangunan dimulai dari awal. Menurut Ketua LPMK Jebres, Honda Hendarto, berdasarkan kajian, diduga kuat pembangunan tidak sesuai bestek.

Selain jebol, dinding di bagian selatan juga sudah retak. Jika tak dibongkar, dikhawatirkan bangunan akan ambrol seluruhnya. "Pekerjanya saja belum beranjak dari tempat itu, talut sudah jebol," katanya gusar.

Padahal, proyek tersebut dianggarkan Rp 300-an juta yang berasal dari APBD 2007. Untuk itu, pihaknya meminta kepada pelaksana proyek membongkar bangunan yang sudah jadi, dan membangun dari nol.

"Dananya menjadi tanggungjawab CV yang mengerjakan. Kami sudah adakan rapat dengan kelurahan, bahwa bangunan harus dibongkar," tandasnya.

Jebolnya talut itu sudah dilaporkan secara resmi kepada DPU dengan mengirim surat. Tembusannya kepada DPRD untuk ditindaklanjuti.

Talut itu akan dimanfaatkanuntuk mengatasi masalah banjir. Pasalnya, setiap musim hujan tiba, RW 8 khususnya, selalu menjadi langganan banjir.

"Kalau kualitas bangunannya saja seperti itu, bagaimana jika musim hujan benar-benar sudah datang," tukasnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya akan mengawasi semua proyek yang ada di Kelurahan Jebres agar hal yang sama tidak terulang.

Menurut beberapa warga setempat, talut jebol sejak beberapa hari yang lalu. Diperkirakan, talut ambrol karena tidak kuat menahan tanah galian yang dibuang di atasnya.

Wagino, seorang warga menyebutkan, setelah talut jebol, CV yang mengerjakan malah berhenti dan tidak kembali lagi. Padahal, pembangunan baru dimulai. "CV yang dulu malah kabur, sekarang yang mengerjakan lain CV," katanya.

Meneruskan Pekerjaan

Ari, salah seorang pengawas dari CV Citra Biru, Karanganyar mengatakan tidak mengetahui persoalan itu. Dia dan pekerja lain hanya meneruskan pekerjaan. Sebab, sebelum proyek dikerjakan oleh CV Citra Biru, sudah ada CV lain yang berasal dari Sukoharjo.

"Saya tidak tahu persis nama CV itu apa, yang jelas CV Citra Biru diminta oleh pihak terkait untuk melanjutkan pembangunan ini," katanya. Dikatakan, total panjang talut sekitar 100-an meter.

Melihat kondisinya sekarang, dimungkinkan proyek molor dari jadwal. sebab, jadwal semua proyek selesai minggu depan. Namun, pihaknya akan meminta perpanjangan waktu, sebab masih harus menyingkirkan batu dan timbunan tanah yang longsor.

Dikonfirmasi Kepala DPU Ir Budi Yulistyanto mengaku sudah mendapatkan pengaduan dari LPMK. Dia menegaskan akan segera cek lokasi. Kalau memang menyalahi bestek akan dibongkar.

Dia juga membantah ada pergantian CV. Sejak awal yang mengerjakan proyek itu adalah CV Citra Biru. (H46-67)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA