logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 21 Nopember 2007 PANTURA
Line

Pramuka Kecewa, BP Batal Dibangun di PAI

TEGAL - Isu gagalnya pembangunan Bumi Perkemahan (BP) di timur objek wisata Pantai Alam Indah (PAI) pada tahun 2008, membuat sejumlah pengurus dan aktivis gerakan Pramuka Kota Tegal kecewa. Mereka meminta rencana itu segera direalisasikan karena menjadi kebutuhan yang penting bagi pendidikan.

"Jika batal, terus terang kami kecewa. Apalagi, rencana ini memiliki master plan dan diajukan sejak lama. Karena itu, kami meminta pemkot dan DPRD bisa merealisasikannya," ungkap Wakil Ketua Bidang Program Peserta Didik Kwarcab Kota Tegal, Abdul Kadir, saat pembukaan Jambore tingkat SD/MI, belum lama ini.

Menurut dia, rumor batalnya pembangunan BP itu muncul lantaran anggaran yang tengah dibahas panitia anggaran DPRD terancam dicoret. Padahal, prasarana itu sangat penting dan akan menjadikan Kota Tegal sebagai satu-satunya daerah di Jateng yang memiliki bumi perkemahan.

"Akibat tidak memilikinya bumi perkemahan, kegiatan jambore selama ini hanya diikuti peserta perwakilan karena keterbatasan lahan. Selain itu, juga menjadi poin besar penilaian lomba kwartir," ucapnya.

Hal senada dikatakan Wakil Ketua Bidang Keuangan Kwarcab Kota Tegal, Suranto SPd. Dia mengemukakan, rencana pembangunan bumi perkemahan sudah diajukan sejak tahun 2006. Namun, pengajuannya ditolak dan kembali diajukan di tahun 2007. Karena hingga kini belum ada realisasi, rencana itu diajukan lagi untuk tahun 2008, tetapi terancam batal. Padahal, bumi perkemahan merupakan kepentingan dasar bagi pendidikan, khususnya kepramukaan. "Kegiatan besar perkemahan selama ini selalu digelar di kota lain. Kalau ada bumi perkemahan, semua kegiatan itu bisa ditampung," katanya.

Rp 4,9 Miliar

Luas lahan yang disiapkan untuk rencana itu, lanjut dia, mencapai 11,4 hektare. Dari luas tersebut, 4 hektare akan digunakan untuk bumi perkemahan dengan total biaya Rp 4,9 miliar. Ketua PGRI Kota Tegal, Retnadi W mengatakan, ada tiga dampak positif bila bumi perkemahan dibangun. Yakni, menghemat biaya dalam kegiatan perkemahan, menambah pendapatan asli daerah dan menjadi kawasan terpadu untuk pendidikan wisata.

Anggota Panitia Anggaran DPRD Kota Tegal, Darni Imadudin mengatakan, anggaran pembangunan hingga kini memang masih dibahas dan belum mutlak akan dicoret. Karena masih tahap pembahasan, jadi wajar jika ada yang menolak dan menerima.

Namun demikian, secara pribadi pihaknya siap memperjuangkan, karena keberadaannya penting bagi pendidikan. "Yang jelas, masalah ini masih dibahas dan saya siap memperjuangkannya". (H8-17)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA