| Rabu, 21 Nopember 2007 | NASIONAL |
Indonesia Dapat Bantuan Lunak 200 Juta Dolar dari ChinaSINGAPURA- Di sela-sela acara penandatanganan Piagam ASEAN pada KTT Ke-13 ASEAN di Singapura kemarin, pemerintah Indonesia mendapatkan bantuan lunak dari pemerintah China sebesar 200 juta dolar AS. Demikian dikatakan Jubir Presiden Dino Patti Djalal. Pertemuan bilateral antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri China Wen Jiabao berlangsung dalam suasana santai di Hotel Shangri-La Singapura. Seperti dilaporkan wartawan Suara Merdeka Dwi Pamuji Sulistyanto dari Singapura semalam, Dino menyatakan, kedua pemimpin menyatakan puas atas jalannya implementasi strategy partnership antara Indonesia dan China. Dalam hal ini, keduanya sepakat menugaskan para pejabat tinggi kedua pemerintah untuk merumuskan plan of action sehingga gagasan strategy policy dapat dirumuskan dalam bentuk kerja sama yang konkret di berbagai sektor strategis. ''Untuk menindaklanjuti kesepakatan tersebut, para pejabat tinggi Indonesia dan China dalam waktu dekat akan mengadakan pertemuan di Beijing.''' SBY dan Wen Jiabao juga menyatakan puas terhadap hubungan perdagangan kedua negara. Antara Januari dan September 2007 tercatat nilai perdagangan mencapai 18,5 miliar dolar. Angka itu lebih tinggi sekitar 32 persen dari tahun sebelumnya. ''Mereka optimistis angka 20 miliar dolar AS akan tercapai pada 2007. Presiden SBY juga menyatakan optimistis pada 2010 angka hubungan perdagangan dua negara sebesar 30 miliar dolar dapat tercapai. Itu sesuai dengan target semula untuk melipatgandakan hubungan perdagangan antara Indonesia dan China,'' ujarnya. Pada kesempatan itu, Dino menyampaikan pula pemberian kredit lunak China kepada Indonesia sebesar 200 juta dolar. PM China berharap bantuan tersebut dapat dimanfaat baik oleh Indonesia secara baik. Di lain pihak, Presiden SBY mengajak perusahaan-perusahaan energi di China untuk lebih aktif mengadakan kerja sama di bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas termasuk di bidang renewable energy. (60) |