| Rabu, 21 Nopember 2007 | NASIONAL |
Berhaji setelah 15 Tahun Transmigrasi
IMPIAN Muhammad Yazid Bustomi (55) transmigran di Desa Bukit Jaya, Kecamatan Bulik Timur, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, bisa berangkat ke Tanah Suci akhirnya kesampaian. Warga asal Rejosari, Tersono, Kabupaten Batang itu akan terbang bersama rombongan calhaj kloter 11 tempatnya bergabung. ''Alhamdulillah, akhirnya saya bisa menunaikan ibadah haji. Minta doanya semoga bisa menjadi haji mabrur,'' ujarnya saat ditemui di kompleks Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, kemarin. Perjuangannya mengumpulkan rupiah demi menunaikan ibadah haji memang patut dicontoh. Yazid, yang sebelumnya menjadi guru ngaji di kampungnya akhirnya bisa mengubah nasib menjadi petani sukses. ''Tapi untuk sampai ke arah itu butuh kesabaran yang luar biasa. Kalau tidak istiqamah, jangan harap bisa meraih impian berhaji.'' Terutama untuk tahun pertama berada di daerah trans, godaannya luar biasa. Sebab empat KK lain yang berangkat bersamanya ke daerah trans pada tahun 1991, seluruhnya pulang kampung ke Batang. ''Belum ada setahun, saya harus hidup di daerah yang saat itu terbilang terpencil. Hanya sendirian bersama anak istri.'' Saat itu, suami Mariatul Qibtiyah itu diserahi sebuah rumah beserta pekarangan seluas 1 hektare dan sebidang lahan garapan 1 hektare. Dia juga memanfaatkan lahan 1 hektare lainnya untuk membuat pondok pesantren. ''Sebenarnya kepingin balik kampung juga seperti keluarga yang lain. Tapi karena saya di sini juga merintis pesantren, niat itu saya urungkan." (Anie R Rosyidah-46) | ||||