| Rabu, 21 Nopember 2007 | NASIONAL |
Pemkab Diminta Tawarkan Proyek UnggulanSEMARANG - Guna mendukung iklim investasi di Jateng yang tahun 2006 lalu menjadi terbaik, pemerintah masing-masing kabupaten se-Jateng diminta untuk menawarkan proyek unggulan untuk menarik minat para calon investor. "Karena investasi suatu daerah menjadi kebijakan para bupati dalam upaya memajukan perekonomian masing-masing daerah," kata Gubernur Ali Mufiz seusai membuka acara Rapat Kerja Badan Kerja sama Kabupaten Seluruh Indonesia (BKKSI) Wilayah Provinsi Jateng di Hotel Novotel, Selasa (20/11). Mufiz mengatakan agar dapat menarik investor, setiap kabupaten sebaiknya menawarkan proyek yang menjadi unggulan masing-masing daerah tersebut. "Kudus misalkan, bisa mengutamakan pada sektor industri atau pelayanan masyarakat atau Kabupaten Blora di bidang tambang," katanya. Acara yang berlangsung 20-21 November dan diikuti para bupati dan wakil bupati itu membahas antara lain pengangkatan sekdes menjadi PNS yang rawan menimbulkan konflik, PP No 14/2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. PLTN Muria Selain itu, rencana pembangunan PLTN di Semenanjung Muria Jepara yang mengundang pro kontra, UU No 17/2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang, dan putusan mahkamah konstitusi tentang calon independen yang membingungkan daerah menjelang pilkada. Koordinator BKKSI Jateng HM Tamzil menuturkan, hasil dari rapat kerja tersebut rencananya akan disampaikan ke provinsi dan pemerintah pusat. "Karena pelaksanaan otonomi daerah sekarang ini telah mendorong munculnya kreativitas daerah. Namun, masih menimbulkan pertentangan antarkabupaten jika tidak dikoordinasi dengan baik," tutur Bupati Kudus itu. Sementara itu Direktur Eksekutif BKKSI Syarifudin Lubis yang mewakili Ketua Umum Azikin Sholtan mengaku pihaknya berharap revisi UU No 31/2004 tentang Pemerintah Daerah dapat berlangsung secara komprehensif dan integral supaya tidak terjadi desentralisasi.(H36-77) |