| Rabu, 21 Nopember 2007 | MURIA |
Makan Siang di Blora, Megawati Habiskan 10 Tusuk SateSESUAI rencana, Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri saat berkunjung ke Blora, kemarin menyempatkan diri makan siang dengan menu sate ayam secara lesehan di warung milik Pak Sungep di pondok sate Koplakan, Blora. Sebelumnya, mantan Presiden RI itu mengadakan temu rakyat di Gua Terawang, Desa Sendangwungu, Kecamatan Todanan. Tampak mendampingi acara makan siang, Guruh Soekarnoputra, Ketua Fraksi PDI-P DPR Tjahjo Kumolo, Ketua DPD PDI-P Jateng, Murdoko, Ketua DPC PDI-P Blora, HM Hartomy Wibowo, dan sejumlah fungsionaris DPP maupun DPD. Karuan saja dengan adanya Megawati menyempatkan makan siang di pondok sate Koplakan Blora itu, membuat suasana kompleks wisata kuliner dengan menu makanan khas, sate ayam, lontong tahu dan soto ayam itu, betul-betul ramai. Mukid (42), salah seorang pemilik warung sate kambing di lokasi itu, mengatakan, memang setiap lebaran atau pas liburan, banyak pemudik asal Jakarta selalu memadati pondok sate. ''Namun dengan berkenannya Ibu Mega mampir makan siang di sini sungguh merupakan kehormatan luar biasa. Dulu saat Ibu Mega menjadi Presiden, di lokasi ini sempat digelar acara syukuran dengan nanggap wayang kulit. Kali ini kok malah beliau berkenan mencicipi masakan khas Blora, sate ayam di tempat kami,'' ungkapnya. Begitu rombongan bus yang di dalamnya ada Megawati memasuki areal parkir pondok sate, serta merta ratusan warga, tua muda, laki-laki perempuan merangsek maju. Tampak sejumlah pengawal terpaksa harus kerja keras untuk memberi keleluasaan Megawati menikmati makan siang. Mungkin bagi Pak Sungep, pemilik warung lesehan sate ayam yang disinggahi, tidak pernah bermimpi jika suatu saat akan disingahi mantan Presiden RI. Demikian juga sejumlah pedagang di kanan kiri kompleks pondok sate, kemarin juga kebanjiran rezeki, mendapat pesanan sate secara mendadak dan dalam jumlah banyak. Beberapa orang dekat Ketua Umum PDI-P itu sempat menginformasikan bahwa kesukaan Ibu Mega, sate ayam daging. ''Tolong jangan yang kulit ya, daging saja. Beliau sukanya sate ayam yang daging,'' ungkap salah seorang anggota rombongan. Dengan dikerubuti banyak warga, Megawati tampak menikmati menu lontong sate ayam khas Blora. Sekitar 10 tusuk dihabiskannya. Demikian juga Guruh, sempat makan sejumlah sunduk sate ayam, ditambah dengan beberapa sunduk sate kambing. Tampaknya tidak berlebihan dengan apa yang dikemukakan Mukid, bahwa kesediaan Megawati makan siang di pondok sate merupakan berkah tersendiri. Tidak saja bagi para pedagang di tempat itu, melainkan juga berkah bagi Blora. Minimal, secara psikologis akan memperkuat cap Blora yang selama ini terkenal dengan sebutan kota sate.(Urip Daryanto-76) |