| Rabu, 21 Nopember 2007 | MURIA |
Situs Patiayam Termasuk IstimewaKUDUS - Situs Patiayam termasuk istimewa dibanding beberapa situs lain yang ada di Jawa seperti Sangiran dan Trinil. Hal itu dilihat dari lokasi ditemukannya fosil satu individu yang tak terlalu menyebar. Ketua tim yang juga Kepala Balai Arkeologi Yogyakarta, Siswanto, menyatakan hal itu saat ditemui di lokasi penelitian yang berada di Gunung Nangka, Selasa (20/11). Tim peneliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta (BAY) hingga kemarin tampak masih berupaya memperjelas penemuan fosil gajah purba yang ada. Di lokasi itu terlihat beberapa fosil yang diperkirakan berasal dari satu individu. Fosil-fosil yang ditemukan berupa tulang belikat, paha, rusuk, dan tulang belakang. Para ahli sepakat bahwa fosil itu gajah purba. Namun, memang ada beberapa jenis gajah purba. Untuk menentukannya, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut. Salah seorang arkeolog, Harry Widianto, menyatakan, penemuan fosil satu individu dalam satu lokasi yang berdekatan cukup jarang. "Bisa dikatakan lokasi ini cukup menarik. Karena kita bisa menemukan fosil tulang satu individu yang hampir lengkap hanya dalam satu kotak saja," jelasnya. Biasanya, fosil-fosil ditemukan dalam bentuk potongan-potongan dengan lokasi yang cukup berjauhan. Dia menambahkan, seandainya ekskavasi bisa diteruskan dan menemukan fosil tulang kepala atau gigi maka hal itu akan lebih membantu penelitian. Seperti yang telah diberitakan beberapa waktu lalu, fosil gigi atau tulang tengkorak memang menyimpan banyak informasi yang bisa digali. Di tempat yang sama, seorang ahli geologi, Agus Trihascahyo, menyatakan, ada kemungkinan penyebab kematian gajah purba itu karena bencana. Bencana yang mungkin menyebabkannya yakni letusan Gunung Muria Purba. Hal itu bisa dilihat pada lapisan tanah yang menguburnya. Menurut Agus, lapisan tanah yang berada di atas fosil itu terdiri dari debu vulkanik. Siswanto menambahkan, timnya akan berada di Kudus hingga Jumat (23/11). Dia berharap sisa waktu yang ada bisa digunakan untuk mengangkat fosil. Selain ekskavasi untuk melihat struktur tanah, tim juga mengerjakan pemetaan di sekitar situs. (H35,J18-76) |