logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 21 Nopember 2007 SEMARANG
Line

Warga Bersihkan Sungai dari Sampah

  • Satgas PB Siagakan Perahu Karet

DEMAK - Mengantisipasi potensi banjir, puluhan warga di Desa Waru Kecamatan Mranggen, kemarin bergotong royong membersihkan sungai dan saluran irigasi dari tumpukan sampah. Banyak sampah menumpuk di pintu air yang menyumpat saluran irigasi.

Jika hal itu dibiarkan, dapat menghambat laju aliran air, sehingga dikhawatirkan menyebabkan air meluap ke permukaan. Sampah-sampah yang telah diambil itu kemudian dikeringkan di tengah sawah untuk dibakar. Sebab, bila tidak dibakar atau hanya diletakan di tanggul, memungkinkan sampah tersebut kembali menumpuk di saluran irigasi dan sungai.

Warga yang sebagian besar petani itu tidak menginginkan terjadi banjir, apalagi sampai menggenangi sawahnya. Kegiatan serupa juga dilakukan warga sejumlah desa di Kecamatan Guntur, Karangtengah dan Mranggen. Pada waktu bersamaan, pemkab melakukan perbaikan irigasi dengan menormalisasi sungai dan irigasi.

Saefudin (61), warga Karangtengah mengaku cukup terpukul ketika tahun lalu tanamannya puso terendam air. Karena itulah, ia bersama petani lainnya cukup antusias untuk membersihkan saluran irigasi dari sampah.Kekhawatiran adanya tanaman puso terendam air, juga dirasakan Kasubdin Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Ir Heru Budiyono MP. Pasalnya, pada tahun ini pemerintah telah menarget kenaikan produksi tanaman padi hingga 10 persen.

Menurutnya, kegiatan perbaikan irigasi tidak boleh hanya mengandalkan program pemerintah. Jumlah irigasi sangat banyak karenanya butuh partisipasi petani untuk secara swadaya melakukan pembenahan irigasi. ''Termasuk dengan membersihkan sampah dan mengurangi lumpur,'' katanya.

Siagakan Perahu

Sementara itu Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) menyiagakan tiga perahu karet di depan kantornya. Apabila terjadi banjir, perahu tersebut dapat langsung dipergunakan untuk membantu pengiriman makanan maupun mengevakuasi.

Kesiagaan itu menurut Sekretaris Satlak PB, Bambang Saptoro, karena datangnya bencana tidak bisa diduga. Hampir setiap tahun terjadi banjir, terutama di daerah yang berada di dataran rendah.

Rencananya, lanjut Bambang, Pemkab bersama instansi terkait akan mengadakan rapat koordinasi untuk penanganan bencana banjir serta melakukan pemetaan daerah rawan. Kegiatan berlangsung, Rabu (21/11). (H1-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA