logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 21 Nopember 2007 SEMARANG
Line

Kereta BBM Anjlok di Ledokdawan

GROBOGAN- Rangkaian gerbong kereta api milik Pertamina yang sedang mengangkut BBM sekitar 600 ribu liter diketahui mengalami nahas di Km 1+ 800 dari Stasiun Gundih atau tepatnya, di Dusun Batur Desa Ledokdawan Geyer Selasa (20/11) sekitar pukul 05.20.

Kereta dengan masinis Sis Wartono (50) asal Nusukan Banjarsari Solo tersebut anjlok saat hendak menuju Cepu Blora setelah berangkat beberapa jam sebelumnya dari Rewulu Kulonprogo Yogyakarta. Kepala Stasiun Gundih Joko Mardi Gutomo mengatakan, rangkaian gerbong yang anjlok dilaporkan berada pada urutan nomor tujuh dari depan.

''Roda depan bagian kiri gerbong nomor tujuh anjlok, sehingga kereta terhenti di tempat ini. Secara keseluruhan kereta api ini menarik 16 gerbong bermuatan solar, minyak tanah, dan bensin,'' jelas Joko kemarin.

Pihak Stasiun Gundih, katanya, kemudian mendatangkan sebuah gerbong penolong untuk membantu mengevakuasi kereta dengan nomor loko CC 20139 tersebut. Untuk sementara sebelum roda gerbong yang anjlok bisa dikembalikan ke rel, rangkaian kereta di putus oleh petugas pengawas urusan kereta (PUK) setempat.

Rangkaian gerbong paling depan hingga nomor enam kemudian diberangkatkan menuju ke Stasiun Gambringan Toroh. Sementara rangkaian gerbong nomor delapan hingga 16 ditarik ke arah stasiun Gundih Geyer.

Dalam Penyelidikan

Mengenai faktor pemicu kecelakaan, pihak Stasiun Gundih mengaku, belum mengetahui secara pasti penyebabnya. Bisa saja, kata Joko, diakibatkan kondisi kereta, rel, maupun faktor manusia. ''Yang jelas saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Semua hal yang terkait peristiwa ini telah kita laporkan ke PT KAI Daops IV Semarang Jateng,'' terang dia.

Hanya saja diakuinya akibat kecelakaan tersebut pasokan BBM untuk Cepu dipastikan mengalami keterlambatan. Sementara hingga sekitar pukul 09.30 kemarin petugas masih berusaha memperbaiki roda kereta agar gerbong yang anjlok bisa segera ditarik ke Stasiun Gundih.

Disebutkan, meski terjadi kecelakaan, tidak akan mengganggu jadwal perjalanan kereta api yang lain. Pasalnya, lintasan rel kereta api di tempat ini hanya dipakai untuk kereta pengangkut BBM dan pasir kuarsa.

Marno (43) warga sekitar mengatakan, terdengar suara bergemuruh ketika kereta anjlok. Suara tersebut sempat membuat panik keluarganya yang tinggal di bawah lokasi kecelakaan.

Lokasi terjadinya kecelakaan berada di punggung perbukitan yang letaknya memanjang di Kecamatan Geyer. Tahun 2006 lalu, KA barang yang juga mengangkut BBM dari Rewulu Yogyakarta dilaporkan pula anjlok di kawasan ini.

Kapolres Grobogan AKBP Frederik Kalalembang melalui Kapolsek Gundih AKP Subagyo membenarkan adanya peristiwa kereta anjlok. Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. (H41-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA