logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 21 Nopember 2007 SEMARANG
Line

Pembangunan Pasar Bintoro Dikebut

  • Desember Selesai 50 Persen

DEMAK - Pembangunan Pasar Bintoro tahap pertama yang ditarget selesai sebelum akhir tahun 2007 terus dikebut. Rencananya, pada tahap awal mampu menyelesaikan 50 persen dari keseluruhan bangungan. Sejumlah tenaga kerja mulai melepas kayu yang membungkus tiang beton kerangka dasar bangunan. Alat berat juga masih berada di lokasi untuk memudahkan proses pengerjaan. Untuk mencapai target optimal, pengerjaan dilaksanakan 24 jam.

''Kami harus sudah merampungkan tahap awal ini pada 26 Desember,'' kata Manager PT Karsa Bayu Bangun, Ir Siwuh saat mendampingi Bupati H Tafta Zani yang melakukan pantauan pelaksanaan pembangunan pasar tersebut, kemarin.

Ikut bersama Bupati, sejumlah pejabat pemkab yakni Kadinas Kimpraswil Ir Budi Haryanto, Kabag Dalbang Ir Joko Sutanto dan lainnya.Sementara konsultan pembangunan Pasar Bintoro dari PT Pola Dwipa, Ir Sutrisno menjelaskan, pembangunan sudah berjalan 30 persen. Karena hanya diberi waktu tiga bulan untuk membangun hingga 50 persen, maka pelaksanaannya dilakukan dengan lembur.

Meski dikebut, menurut Sutrisno tidak akan mengurangi kualitas bangunan.Bupati meminta pelaksanaan bangunan tersebut harus mengedepankan kualitas dan dapat selelasi sesuai waktunya. Pembangunan kembali pasar yang terbakar tahun 2006 itu diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 48 miliar.

Pada tahap pertama, dibangun konstruksi tiang bangunan, dak atau cor lantai dua hingga payung atau atap penutup. Anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 14 miliar lebih, sebagaimana hasil lelang pengadaan barang/jasa.

Bersifat Darurat

Dia berharap pembangunan tersebut bisa selesai tahun depan agar segera dapat dimanfaatkan para pedagang. Saat ini pedagang eks pasar itu menempati lapak-lapak dan kios sementara di tepi Jalan Sultan Fatah, Jl Pemuda serta sekitar pasar. Keberadaan mereka di sana dipandang berbagai pihak mengganggu arus lalu lintas dan kurang sedap dipandang. Namun, kondisi tersebut bersifat darurat.

''Mudah-mudahan tahun depan sudah jadi, sehingga pedagang bisa dipindahkan ke pasar.''Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Bintoro, Muntaqo berharap agar pembangunan kembali pasar itu menjadi prioritas. Para pedagang yang berjualan di lokasi tepi jalan, kebanyakan merasakan tidak nyaman. Hanya saja tidak ada pilihan lain yang dipandang tepat, selain di tempat itu. (H1-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA