| Rabu, 21 Nopember 2007 | SEMARANG |
Calon Anggota PPK Tak Harus Berpengalaman
SEMARANG- Calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) tidak diwajibkan memiliki pengalaman dalam penyelenggaraan pemilu. Yang lebih dipentingkan, pendaftar hendaknya memiliki pengetahuan yang memadai soal kepemiluan, serta memegang komitmen untuk penyelenggaraan pesta demokrasi. Hal itu disampaikan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Henry Wahyono, Selasa (20/11). Kalau hanya mendasarkan pengalaman, bisa saja seluruh anggota PPK pada Pemilu 2004, Pilpres, dan Pilkada direkrut kembali. ''Tapi, proses perekrutan PPK untuk Pilgub 2007 berbeda. Kalau sebelumnya didasari usulan kecamatan, sekarang langsung diseleksi KPU,'' katanya. Dia menjelaskan, seleksi anggota PPK akan dilaksanakan mulai 28 November, dimulai dari seleksi administrasi. Sesudah itu, mereka akan mengikuti tes wawancara, 29 November-3 Desember. ''Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan mantan anggota PPK mendaftar kembali. Empat anggota KPU Kota akan berbagi tugas untuk mewawancarai calon anggota PPK,'' katanya. Tes wawancara berkait dengan pengetahuan calon anggota PPK tentang lembaga penyelenggara pemilu serta pengalaman bidang kepemiluan lainnya. ''Secara persis, ada 10 item yang akan diwawancarakan, antara lain pengetahuan calon tentang KPU, Panwas, PPK, dan institusi penyelenggara pemilu. Soal lainnya, pengalaman calon tentang persoalan kemasyarakatan.'' Pendaftaran Sementara itu, hingga Selasa (20/11), sekitar 100-an calon anggota PPK sudah mengambil formulir pendaftaran. Di kantor KPU Gedung Pandanaran lantai 5, jumlah pendaftar sudah mencapai 40-an orang. Loket pendaftaran yang dibuka di tiap kantor kecamatan, juga sudah memperoleh respons. Laporan yang diterima KPU, di Kecamatan Banyumanik tercatat ada 11 pengambil formulir, Candisari 15 orang, dan Gunungpati 10 orang. Di kecamatan lainnya, seperti Mijen, Ngaliyan, atau Tugu, rata-rata ada lima orang yang sudah mengambil formulir. Anggota KPU lainnya Iva AA Sri Wulan Sari menjelaskan, para pengambil formulir datang dari pelbagai latar belakang profesi. Ada yang pensiunan dosen, aktivis LSM, guru, mahasiswa, dan ada pula yang tidak mencantumkan informasi pekerjaan secara spesifik. Secara pasti, informasi lengkap tentang mereka akan bisa diketahui setelah formulir pendaftaran dikembalikan. ''Pada hari pertama satu orang telah mengembalikan formulir. Selebihnya, baru mengambil saja,'' kata Iva. Pengambilan dan pengembalian formulir berlangsung selama lima hari, hingga Jumat (23/11). Sesudah itu, peserta akan mengikuti seleksi administratif dan tes wawancara. ''Karena baru hari pertama, jadi belum terlalu ramai. Bisa saja pada hari-hari berikutnya jumlah pendaftar akan semakin banyak,'' ujarnya. (H9-37) |