| Rabu, 21 Nopember 2007 | SEMARANG |
Konsol Ambrol Timpa MahasiswaSEMARANG- Seorang mahasiswa Undip Jurusan Teknik Arsitektur, Nanang Kurniawan (18), tertimpa konsol atau tiang penyangga atap di Gedung Arsitektur, Selasa (20/11) sekitar pukul 17:30. Akibatnya, tiga jari kaki sebelah kanan korban mengalami luka serius. Dua di antaranya, yakni jari kelingking dan manis putus. Mahasiswa semester I asal Ngalian, Semarang itu, dibawa ke Rumah Sakit Banyumanik. Namun, karena lukanya dianggap cukup parah, korban dirujuk ke RS Dr Kariadi. Menurut saksi mata, Kasogi (19), peristiwa itu bermula ketika korban sedang duduk dan bersandar di salah satu tiang di depan ruang kuliah B 102. ''Ketika sedang ngobrol, tiba-tiba konsol ambrol dan menimpa kaki korban. Sepatu yang dipakainya sampai sobek akibat tertimpa batu bata dan semen,'' kata Kasogi. Peristiwa itu membuat kaget sejumlah mahasiswa yang sedang mengikuti kuliah. Mereka kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Banyumanik. Bata dan semen yang menimpa korban sepanjang lebih kurang 1,5 meter dengan ketebalan 10 sentimeter. Menurut sejumlah mahasisiwa, konstruksi konsol dinilai tidak tepat pemasangannya. Sebab, tiang penyangga itu harusnya tidak dilapisi bata, melainkan terbuat dari beton murni. ''Harusnya tiang penyangga atap itu murni menggunakan beton. Kalau dilapisi seperti itu, kemungkinan besar akan ambrol,'' kata Randu (19), mahasiswa lain. Menurutnya, penggunaan lapisan batu bata itu hanya sebatas menambah estetika bangunan supaya konsol terlihat tebal. Dengan demikian, dia menilai pelaksana proyek menyalahi spesifikasi yang ada. Hingga kini, pihak Undip masih meneliti penyebab ambrolnya konsol tersebut. (H23,H40-37) |