| Rabu, 21 Nopember 2007 | SEMARANG |
Kasus WonderiaPolisi Segera Panggil Dinas PariwisataSEMARANG- Dalam pekan ini Polresta Semarang Selatan berencana meminta keterangan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Semarang. Pemanggilan itu, menurut Kapolresta AKBP Drs Imran Yunus MH melalui Kasat Reskrim AKP Khundori SH, untuk pemeriksaan lebih lanjut menyusul insiden jatuhnya balon plane tower Taman Rekreasi Wonderia, beberapa waktu lalu. "Yang memberikan izin Wonderia kan Dinas Pariwisata, jadi akan kami mintai keterangan," ungkap AKP Khundori. Selasa (20/11) kemarin, penyidik kembali memanggil dan memintai keterangan MA Irfan Rahmana selaku senior operation manager Wonderia. Menurut AKP Khundori, status Irfan saat ini masih sebagai saksi. Berdasarkan pemeriksaan, Irfan telah melaksanakan tugasnya sebagai penanggung jawab Wonderia. "Status Irfan masih sebagai saksi, karena dia sudah melakukan tugasnya sesuai dengan standard operational procedur (SOP)," tuturnya. Sementara itu, tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kecelakaan balon plane tower sudah ditahan sejak Jumat (16/11) lalu. Terkait dengan penangguhan penahanan, Khundori menyatakan, hingga kini keluarga tersangka belum ada yang mengajukan. Siap Kasubdin Objek Wisata Disparbud Adi Tri Hananto menyampaikan, secara prinsip pihaknya siap memberikan keterangan di hadapan polisi, jika memang dipanggil. Namun, hal itu sangat bergantung pada penugasan dari wali kota selaku atasan mereka. ''Pemanggilan oleh polisi sebaiknya disampaikan kepada wali kota. Selanjutnya pak wali yang akan memberikan tugas ke SKPD (satuan kerja perangkat daerah-SKPD) untuk memberikan keterangan,'' kata Adi. Dia menjelaskan, kalau wali kota memberi tugas kepada Disparbud untuk memberikan keterangan, pihaknya akan memberikan informasi yang diperlukan kepada polisi. Keterangan itu sudah tentu diberikan sesuai dengan tugas, pokok, dan fungsi Dinas Pariwisata. ''Yang jelas, kami akan memberikan informasi selengkap-lengkapnya kepada wali kota, sebagai pertimbangan untuk mengambil langkah selanjutnya,'' katanya. (H23,H9-37) |