logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 21 Nopember 2007 SEMARANG
Line

Besok PPI Mulai Dioperasikan

SEMARANG- Puluhan nelayan dan pedagang ikan se-Kota Semarang mengikuti uji coba dan sosialisasi di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Semarang atau PPI Tambaklorok, Selasa (20/11).

Kegiatan itu dilakukan terkait dengan rencana pengoperasian pangkalan pendaratan ikan, Kamis (22/11). ''Kami mengundang nelayan, pedagang, dan pihak yang berkepentingan untuk mengikuti proses sosialisasi.

Pengoperasian PPI Semarang diharapkan mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak,'' kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Semarang Ir Ida Purnomowati kemarin, disela-sela sosialiasi. Kegiatan tersebut juga dihadiri Dir Pol Air Polda Jateng AKBP Drs Sukadji MM, Kapolsek Semarang Utara AKP Prayitno, Puskud Mina Baruna, dan Kecamatan Semarang Utara.

Proyek pembangunan dermaga jeti dan sheet pile (dermaga tambat kapal) sudah rampung. Akan tetapi, di dermaga sheet pile masih belum terpasang ban pelindung seperti halnya di dermaga jeti. Kendati demikian, tidak terlihat satu pun pekerja bangunan di PPI yang diresmikan Wali Kota Sukawi Sutarip pada 1 Februari 2007 itu. Delapan kapal nelayan bersandar di dermaga jeti.

Ida Purnowati menjelaskan, pangkalan pendaratan ikan dikenalkan kepada masyarakat luas dengan sebutan PPI Semarang. ''Tempat ini lebih dikenal dengan sebutan PPI Tambaklorok. Akan tetapi, karena yang menggunakan tidak hanya nelayan asal Tambaklorok, maka kami akan mengenalkan kepada masyarakat luas dengan sebutan PPI Semarang,'' tandas Ida.

Dia juga mengakui PPI yang dibangun mulai 2004 itu masih terdapat sejumlah kekurangan dalam penyediaan fasilitas terhadap nelayan. Di antaranya dermaga sheet pile yang panjangnya hanya 103,5 meter. Padahal, menurut aturan dan kebutuhan, dermaga tambat tersebut harusnya sepanjang 250 meter. Selain itu, belum adanya pemecah ombak atau break water, juga menjadi salah satu kekurangan PPI ini.

Tamin (50), nelayan mengatakan, PPI Semarang kondisinya lebih bagus dan nyaman dibandingkan dengan TPI yang lama. Akan tetapi, tempat ini belum dilengkapi pemecah ombak. Padahal, kalau musim baratan seperti ini fungsi pemecah ombak sangat penting,'' kata pria yang mengaku baru sekali menyandarkan perahunya di PPI itu. (H40-37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA