| Rabu, 21 Nopember 2007 | INTERNASIONAL |
LINTAS JAGATIran Gempa, 30 TerlukaTEHERAN - Sekitar 30 pelajar terluka saat mereka berdesak-desakkan keluar kelas. Mereka bergegas menyelamatkan diri ketika gempa berkekuatan 5,1 skala Richter mengguncang wilayah baratdaya Iran yang kaya minyak, kemarin, kata kantor berita Iran. Media resmi melaporkan kerusakan ringan pada sejumlah bangunan. Gempa tersebut terjadi pukul 05.20 GMT (12.20 WIB) di dekat Kota Ghaleh-tal di Provinsi Khuzestan, Pakistan timur. Guncangan gempa tersebut terasa di ibu kota Ahvaz dan kota lainnya. ''Sekitar 30 pelajar terluka saat mereka berusaha meninggalkan sekolah ketika gempa mengguncang,'' kata kantor berita ISNA mengutip pejabat daerah, Shapour Rostami. Televisi pemerintah sebelumnya melaporkan 20 orang terluka. Khuzestan adalah pusat industri minyak di produsen nomor empat dunia itu, namun sebagian besar ladang minyak terdapat di bagian barat dan selatan pusat gempa. ''Petugas penyelamat telah dikirim ke beberapa desa dan kota yang diguncang gempa, dan mereka melaporkan kerusakan ringan seperti beberapa rumah yang dindingnya retak-retak,'' kata pejabat lain, Yadollah Janaki kepada kantor berita IRNA.(rtr-niek-26) Macet soal Presiden BEIRUT - Faksi politik yang bertikai di Lebanon masih macet dalam upaya mencapai konsensus mengenai calon presiden kendati ada tekanan kuat internasional dan tenggat yang membayang bagi pemungutan suara di parlemen. Sementara penengah asing berdatangan di Beirut guna mendorong semua pihak yang bertikai agar mencapai kesepakatan, Menteri Luar Negeri Prancis Bernard Kouchner, dalam kunjungan keduanya ke Lebanon dalam waktu kurang dari satu pekan, mencela satu partai yang tak disebutkan namanya karena menghalangi kesepakatan. ''Satu yang tanggung jawab karena menghalangi proses yang disepakati oleh semua pihak memikul tanggung jawab karena merusak kestabilan Lebanon dan timbulnya konsekuensi regional,'' kata Kouchner setelah pertemuan pemimpin blok pro-pemerintah di parlemen, Saad Hariri. Kouchner menyatakan terkejut para pendukung pemerintah anti-Suriah dan oposisi dukungan Suriah masih menghadapi kemacetan mengenai siapa yang mesti mengganti Emile Lahoud, yang pro-Suriah, hingga tenggat Jumat tengah malam (Sabtu pukul 05.00 WIB). Dia berkeras bahwa kedua pihak telah sepakat untuk memilih dari daftar calon kompromi yang diajukan oleh Nasrallah Sfeir, pemimpin spiritual masyarakat Kristen Maronite -yang biasanya menjadi asal presiden Lebanon.(ant-26) |