| Rabu, 21 Nopember 2007 | INTERNASIONAL |
Pekerja Sektor Publik Ikut Mogok
PARIS - Presiden Prancis Nicolas Sarkozy makin terpojok. Ratusan ribu pegawai negeri kemarin ikut bergabung dalam aksi protes massal yang dipelopori para pekerja kereta api sejak sepekan lalu. Guru, pegawai pos, perawat, petugas menara kontrol udara, aparat pajak, dan pegawai sipil lainnya menggelar aksi protes sehari. Mereka menuntut kenaikan gaji dan mendesak pemerintah membatalkan rencana pengurangan anggaran untuk gaji pegawai. Sebagian besar sekolah diliburkan. Rumah-rumah sakit hanya menyediakan layanan terbatas. Dan sistem transportasi masih tak beroperasi maksimal, karena para pekerja transportasi melakukan aksi mogok massal. Mahasiswa dari sekitar 85 persen kampus di Prancis juga menggelar unjuk rasa. Gelombang aksi protes gabungan itu mengecam program reformasi pemerintah. Aksi tersebut menjadi ujian berat bagi Sarkozy untuk melaksanakan janjinya merombak perekonomian Prancis. Makin Parah Aksi mogok para pekerja transportasi yang sudah berlangsung hampir sepekan telah melumpuhkan layanan angkutan publik. Kondisi itu makin diperparah dengan bergabungnya para pekerja pos, guru, dan kelompok-kelompok masyarakat dalam aksi protes. Mereka menentang rencana pemerintah mengurangi jumlah pegawai negeri. Para mahasiswa memblokir gedung-gedung kuliah di kampus-kampus di seluruh Prancis. Mereka juga akan bergabung dalam aksi protes bersama para pekerja di sektor energi yang menggelar aksi mogok sehari. ''Mobilisasi pengunjuk rasa akan berlangsung kuat. Tetapi, saya tahu rakyat Prancis sudah mulai jenuh menghadapi aksi itu,'' kata Menteri Anggaran Eric Woerth. Transportasi publik masih terganggu sepanjang Selasa kemarin meskipun operator kereta api menyatakan peserta aksi mogok terus berkurang. Banyak sekolah terpaksa diliburkan akibat aksi mogok itu. Kerugian Perundingan antara serikat pekerja dan pemerintah direncanakan pada Rabu ini. Serikat pekerja Sud Rail yang dikenal militan dan beranggota banyak menyatakan siap bergabung dalam perundingan itu. Namun, pemerintah belum menanggapi tawaran kelompok garis keras itu. ''Pemerintah tidak bisa mengabaikan prinsip-prinsip karena hal itu sudah dimandatkan untuk menggerakkan reformasi,'' kata Perdana Menteri Francois Fillon. Menteri Ekonomi Christine Lagarde mengatakan, pemogokan itu menimbulkan kerugian antara 300 sampai 400 juta euro sehari. Tidak banyak orang berharap situasi akan segera normal Selasa kemarin, kecuali kalau aksi protes oleh pekerja sektor publik segera mereda. Para mahasiswa ikut bergabung dalam aksi protes dengan tuntutan agar pemerintah memberikan otonomi lebih besar kepada universitas. Kalangan distributor surat kabar menentang rencana restrukturisasi sektor tersebut. Sebab, dengan restrukturisasi itu, surat kabar tidak bisa lagi dijual di kios-kios. Namun, masyarakat rupanya tidak senang dengan aksi protes itu. Jajak pendapat menyebutkan, sebagian besar warga tidak setuju dengan aksi mogok pekerja kereta api. Namun, pemerintah juga didesak untuk segera merumuskan terobosan.(rtr-gn-ben-25) |