logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 21 Nopember 2007 EKONOMI
Line

Penyerapan Utang Luar Negeri Rendah

JAKARTA-Penyerapan pinjaman luar negeri dan hibah yang dipergunakan untuk pembiayaan sejumlah program dan proyek terbilang rendah. Dalam APBN 2007, pinjaman luar negeri untuk program mencapai 2,1 miliar dolar AS dan untuk proyek sebesar 2,56 miliar dolar AS. Namun sampai September, pinjaman untuk program baru terserap 200 juta dolar AS atau 10 persen. Sedangkan pinjaman proyek terealisasi sebesar 383,14 juta dolar AS atau 39 persen. Begitu juga dengan hibah yang baru terealisasi 26 persen, yaitu 76,2 juta dolar AS dari jumlah 287 juta dolar AS dalam APBN.

Demikian diungkapkan Dirjen Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto kepada wartawan di Jakarta Pusat, Selasa (20/11). ''Penyebabnya, antara lain pengajuan perpanjangan drawing limit, redesign proyek, relokasi proyek, price adjustment, atau dalam proses penerbitan dokumen perjanjian penerusan pinjaman,'' katanya.

Penarikan Dana

Di samping itu, lanjut Rahmat, terdapat 17 proyek yang mendekati batas waktu pelaksanaan tahun 2007 dan 2008. Setelah itu proyek akan mengalami penarikan dana (undisbursed loan). Bahkan tahun 2006, terdapat sejumlah proyek yang dibatalkan, karena pelaksanaannya tidak tepat waktu. Beberapa proyek itu, yakni Operating and Improvement System Project senilai 4,49 miliar yen, Pemasangan Hydroelectric Power Plant senilai 26 miliar yen, dan North West Sumatra Interconnection 16,1 miliar yen. Penyebabnya, ketidaksiapan PLN dalam memenuhi persyaratan penerbitan dokumen perjanjian penerusan pinjaman.

Direktur Pinjaman dan Hibah Luar Negeri Departemen Keuangan Mourin Sitorus menuturkan, beberapa proyek masih terhambat permasalahan, seperti pembebasan lahan sehingga tidak terlaksana on-time. ''Realisasi pinjaman luar negeri baru 10 persen bukan berarti jelek,'' jelasnya.

Begitu halnya penyerapan hibah yang menyebabkan pembatalan bertahap. Direktur Direktorat Evaluasi Akuntansi dan Perencanaan Depkeu Widjanarko menyatakan, masih ada beberapa proyek yang belum dilaksanakan.

''Hibah dibatalkan bertahap, jadi masih ada yang tersisa. Karena itu masih ada surplus pinjaman. Kalau sampai akhir tahun tidak mencapai 100 persen, semua proyek itu di-cancel lagi bertahap.'' (J10-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA