| Rabu, 21 Nopember 2007 | EKONOMI |
Konsorsium Properti Bidik Rumah SusunSEMARANG-Beberapa developer yang tergabung dalam Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) Jateng akan membentuk konsorsium yang menangani proyek pembangunan rumah susun sederhana milik (rusunami) dan rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Konsorsium itu berencana mengembangkan rumah susun sederhana di daerah Tugu Semarang bekerja sama dengan sebuah perusahaan keramik, sebagai pemilik lahan. Ketua REI Jateng, Sudjadi mengatakan, saat ini rencana proyeknya sudah dalam tahap pengajuan perizinan ke Pemkot. Ia berkeinginan proyek rumah susun sederhana itu dibangun sebanyak 17 lantai, seperti halnya bangunan tertinggi yang sudah ada di kota ATLAS. Selama ini Pemkot Semarang menyatakan dukungan terhadap pembangunan rumah susun sederhana dengan menawarkan lahan-lahan bengkok yang dimiliki. ''Untuk rencana pembangunan rumah susun sederhana di Tugu akan membidik karyawan pabrik keramik tersebut. Hal itu justru akan lebih efisien dalam pengeluaran biaya hidup,'' katanya Selasa (20/11). Kepala Cabang BTN Semarang, Budi Hartono mengatakan, pihaknya telah siap memberikan pembiayaan program pembangunan rumah susun sederhana. Dana yang dialokasikan sebanyak Rp 5 miliar. Namun hingga kini belum ada satu pun pengajuan di program itu. Karenanya, BTN mengalihkan dana alokasi tetsebut ke program KPR lain, yang hingga kini trennya terus berkembang. Data pembiayaan BTN yang sudah terkucurkan selama Januari-Oktober 2007 sebesar Rp 160 miliar. ''Kami siap membiayai program rumah susun sederhana, karena sudah menjadi program nasional,'' katanya. (H22-33) |