| Senin, 19 Nopember 2007 | SALA |
Subosukowonosraten200.000 Vaksin DidropKLATEN- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPDKP), Pemkab Klaten menyiapkan 200.000 vaksin untuk pencegahan virus aviant influenza (AI). Vaksin itu untuk mengantisipasi serangan virus AI pada ternak yang dikhawatirkan muncul saat musim penghujan tiba. Kepala DPDKP, Sri Mulyaningsih melalui Kasubdin Peternakan, Sri Muryani mengatakan, vaksin sebanyak itu berasal dari alokasi bantuan Departemen Pertanian. ''Sudah ada pemberitahuan droping dan awal Desember vaksin sudah turun sehingga segera bisa diberikan agar virus AI tidak menjangkit,'' ujar dia, Sabtu ( 17/11). Jumlah itu jika dikalkulasi dengan jumlah ternak masih kurang. Sampai tri wulan ketiga saja jumlah ayam petelur 358.500 ekor, pedaging 381.650 ekor, ayam kampung 614.053 ekor dan puyuh 505.450 ekor.(H34-42) Ditetapkan, Tersangka Kredit Fiktif SRAGEN-Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan oleh kejaksaan, Agustinus Kristanto, mantan kepala marketing BPR Djoko Tingkir Sragen secara resmi dinyatakan sebagai tersangka. Tersangka diduga kuat membuat pengajuan kredit fiktif, hingga merugikan BPR milik Pemkab Sragen itu yang total mencapai Rp 322 juta. Setelah kasusnya diketahui Direktur BPR Djoko Tingkir Widodo, pelaku mengembalikan sebagian dana yang dipakainya, namun masih tersisa sekitar Rp 190 juta. ''Tersangka selama pemeriksaan mengakui menggelapkan dana melalui pengajuan kredit fiktif,'' tutur Kajari Banjar Nahor SH kepada wartawan. Karena pelaku kooperatif selama menjalani pemeriksaan, dia tidak di tahan. Kajari menjanjikan, dalam waktu dekat perkara tersebut segera dilimpahkan ke pengadilan. (nin-63) 88 Ha Lahan Terancam KLATEN-Sebanyak 73 kepala keluarga (KK) atau sekitar 250 orang warga di Dusun Tegal Andong, Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno terancam kebanjiran. Pasalnya, tanggul sungai Jetis - Bulu yang membelah desa mereka rusak parah pascagempa tahun lalu. Jika tanggul tersebut jebol, air akan naik ke pemukiman. Selain itu, lahan seluas 88 hektare juga akan bernasib sama, karena tanggul yang jebol di dua titik di tengah sawah belum juga dibenahi. Kades Ngandong Joko Daryono mengatakan, arus sungai sepanjang 30 meter yang melintas di tengah pemukiman itu jika hujan cukup deras. ''Saat ini dinding tanggul di kanan dan kiri ditahan dengan kayu agar tidak roboh,''ujar dia Minggu ( 18/11). Gempa 2006 lalu membuat tembok retak. Warga yang khawatir ambrol menyangga tembok tersebut dengan kayu. Upaya tersebut bisa bertahan selama setahun, namun untuk tahun selanjutnya dia tidak yakin. Apalagi, saat puncak musim hujan air selalu meluap melebihi batas tanggul. Sehingga warga dibuat repot dan tidak bisa beraktivitas. Namun untuk sawah, petani sudah lega karena akan mendapat bantuan rehab sekitar Rp 40 juta. Kasubdin Pengairan, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Ir Djoko Wirjanko mengatakan, dana Rp 40 juta itu berasal dari APBD Perubahan 2007. (H34-63) |