logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 Nopember 2007 SALA
Line

Status Merapi Turun, Penambang Diminta Waspada

KLATEN- Status Gunung Merapi di wilayah perbatasan Jateng dan DIY sejak tanggal 12 November diturunkan, dari waspada menjadi aktif. Namun penurunan status itu tetap harus diwaspadai warga dan penambang pasir di alur kali Woro, Kecamatan Kemalang, karena banjir lahar dingin masih mungkin terjadi.

Kepala Kantor Kesbanglinmas Drs Eko Medi Sukasto mengatakan, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta menurunkan status Merapi dari Waspada menjadi Aktif, dengan surat pemberitahuan bernomor 524/45/BTK/2007 perihal penurunan status. ''Keputusan tersebut berlaku sejak 12 November 2007 pukul 10.00 dan ditandatangani Kepala BPPTK,'' ujar dia Jumat ( 16/11).

Meski status turun, BPPTK meminta warga waspada. Terutama di sungai-sungai yang terisi material erupsi 2006. Yakni Kali Woro, Gendol, dan Krasak. BPPTK menyebut ,ada bahaya sekunder berupa lahar dingin yang bisa terjadi saat hujan.

Saat ini masih ada jutaan meter kubik material sisa erupsi 2006 yang berada di puncak. Sewaktu-waktu, material berupa pasir dan batu tersebut bisa meluncur ke tiga sungai yang berhulu di Merapi saat hujan deras. BPPTK juga meminta penambang pasir di Kali Woro menghentikan aktivitas, jika ada tanda-tanda terjadi hujan di kawasan puncak Merapi.

Secara rinci surat yang diterima Kesbanglinmas melalui faksimili itu juga menyebutkan alasan lain. Di antaranya, guguran lava menurun baik secara kuantitas dan kualitas. Lava sudah tidak pijar dan jaraknya kurang dari satu kilometer.

Secara dominan lava mengarah ke Kali Gendol, Kabupaten Sleman. Alasan lain, awan panas tidak lagi terjadi. Disebutkan pula soal gempa vulkanik dangkal maupun dalam. Gempa multiphase itu terjadi secara fluktuatif dengan kecenderungan menurun.

Selain itu, pengukuran gas karbon (SO2) menunjukkan gejala normal. Dari segi morfologi dan volume, kubah lava 2006 tidak menunjukkan perubahan signifikan sejak tiga bulan terakhir. Posisinya stabil dengan volume sekitar 1 juta meter kubik. Camat Kemalang Herlambang Joko Santoso mengatakan, hujan memang belum deras di puncak. ''Banjir belum ada, tetapi penambang sudah kami imbau agar waspada,'' ujar dia. Sebab, dua pekan terakhir cuaca di puncak juga selalu mendung, meski belum tentu hujan. (H34-63)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA