| Senin, 19 Nopember 2007 | SALA |
Polisi Tahan Empat Tersangka
SOLO- Empat orang yang diduga terlibat aksi pencurian lima arca di Museum Radya Pustaka, kemarin di petang diamankan petugas Poltabes Surakarta. Empat tersangka yang ditahan menurut Kapoltabes Surakarta Kombes Pol Lutfi Lubihanto, di antaranya adalah Kepala Museum Radya Pustaka KRH Darmodipuro alias Mbah Hadi. Selain Mbah Hadi, dua pegawai museum yaitu Jarwadi (37) dan Suparjo alias Gatot (38), mulai Minggu (18/11) petang juga resmi ditahan. Satu orang lagi yang ditangkap adalah orang dari luar pegawai museum yaitu Heru Suryanto (55) yang disebut-sebut sebagai penadah. Terungkap aksi pencurian lima patung setelah polisi mendapat informasi dari sejumlah saksi kunci yang telah diperiksa sebelumnya. ''Penjelasan para saksi dan bukti awal yang telah kita temukan mengarah kepada para tersangka yang telah kita amankan,'' tegas Kapoltabes melalui Kasat Reskrim AKP Syarif Rahman. Lebih lanjut Kasat menegaskan, tiga tersangka dari internal museum termasuk Mbah Hadi, mempunyai peran yang hampir sama. Setelah mengantongi sejumlah orang yang terlibat aksi pencurian, satu persatu para tersangka, mulai kemarin petang, langsung di jemput petugas dari satuan Reskrim Poltabes Surakarta untuk diperiksa. Hanya dalam waktu singkat setelah para tersangka menjalani pemeriksaan, mereka langsung ditahan. ''Cukup bukti keempat tersangka terlibat aksi pencurian berdasar peran masing-masing, mereka langsung kami tahan,'' tegas Syarif. Membantah Saat ditemui, Mbah Hadi membantah terlibat hilangnya lima arca di museum yang dipimpinnya. Dia mengaku tidak tahu menahu hilangnya lima arca itu. Mbah Hadi justru menuduh pelakunya tidak lain Jarwadi dan Gatot, karena keduanya yang bertanggungjawab menjaga museum. Gatot yang sejak lama dicurigai terlibat aksi pencurian, diberi tanggung jawab memegang kunci museum. Sedang Jarwadi yang selama ini dipercaya sebagai asisten, menurut Kasat Reskrim, turut serta dalam aksi pencurian. Heru Suryanto yang teridentifikasi sebagai penadah, mengaku perbuatannya menerima hasil curian dari Gatot dan Jarwadi. Setelah menangkap empat tersangka, polisi terus mengembangkan penyidikan, termasuk menelusuri lima arca yang telah berada di tangan kolektor atau pembeli. Meski barang bukti hingga kemarin petang belum ditemukan, namun pembelinya sudah teridentifikasi. Dari lima arca yang dijual para tersangka, lanjut Kasat, harganya bervariasi. Terendah arca dijual Rp 80 juta, sedang yang termahal seharga Rp 270 juta. (G11-50) |