logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Menikmati Parasailing dan Masakan Laut di Pangandaran

MESKI beberapa bulan lalu kawasan objek wisata Pangandaran, Jawa Barat hancur diterjang tsunami, namun kini mulai ramai dikunjungi wisatawan. Masyarakat dan nelayan yang tinggal di sepanjang pantai tersebut sepertinya sudah melupakan bencana yang terjadi pada 17 Juli 2006 lalu.

Aktivitas di sana tampak kembali normal, para penjaja suvenir dan penjual makanan sudah kembali berdagang. Bahkan tampak wisatawan sudah mulai berani berkunjung ke pantai itu. Anak-anak maupun orang tua sudah mulai berani bermain di tepi pantai hingga membuat kawasan itu kembali pulih.

Para pedagang makanan dan suvenir sudah terlihat berderet menggelar dagangannya di sepanjang jalan yang ada di sekitar objek wisata. Bahkan warung-warung makan dan hotel yang hancur diterjang gelombang tsunami sudah kembali berdiri dengan bersih dan indah.

Itulah pemandangan yang berhasil direkam Suara Merdeka ketika mengikuti kunjungan kerja Biro Humas Pemprov DIY bersama sejumlah wartawan yang setiap harinya meliput di Pemprov DIY ke berbagai objek wisata yang ada di Jabar mulai 5 hingga 8 November lalu.

Dari pengamatan sebagian pengunjung, kebanyakan anak-anak dan remaja, tampak bersuka ria mandi di pinggir pantai yang airnya jernih. Mereka tak khawatir terbawa ombak karena pantainya landai.

Selain jarak antara air pasang dan surut relatif lama, sehingga memungkinkan para wisatawan berenang dengan aman dan santai karena selama bermain di tepi pantai mereka dalam pengawasan tim SAR yang berjaga-jaga di sepanjang pantai itu.

Selain itu, para nelayan juga mulai kembali melaut untuk menangkap ikan dan udang. Ujang (35), salah seorang nelayan Pangandaran menjelaskan, hasil tangkapannya kebanyakan jenis ikan bawal dan udang lobster.

Objek ini merupakan primadona pantai di Jabar. Letaknya di Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran atau 92 km arah selatan Kota Ciamis. Pantai Pangandaran punya berbagai keistimewaan antara lain dapat melihat matahari terbit dan tenggelam dari satu tempat yang sama.

Pasir Putih

Di sini juga terhampar pasir putih, selain taman laut dengan ikan-ikan dan kehidupan laut yang memesona. Jalan lingkungan pantai sudah beraspal, diterangi penerangan jalan yang cukup memadai.

Adanya sarana penunjang tersebut, menjadikan para wisatawan yang datang di pantai ini bisa beraktivitas segala macam seperti naik perahu pesiar, memancing, berkeliling dengan sepeda, parasailing, jet ski, dan lain sebagainya.

Di tempat itu rutin dilakukan hajat laut, yakni upacara yang dilakukan nelayan setempat sebagai perwujudan rasa syukur kepada Tuhan. Untuk itulah tiap bulan Muharam para nelayan di sini melarung sesaji ke tengah laut lepas.

Tidak ketinggalan kegiatan lain seperti Festival Layang-layang Internasional (Pangandaran International Kite Festival) dengan berbagai kegiatan pendukungnya bisa disaksikan setiap Juni atau Juli.

Menariknya, objek wisata Pantai Pangandaran, menurut Sekda Kabupaten Ciamis Drs Subur Dwiono MM, apabila berkunjung ke Ciamis tanpa berwisata ke Pangandaran, seperti halnya ke Makkah tanpa ke Medinah.

Disebutkan, pendapatan dari penjualan karcis masuk pengunjung pada libur Lebaran tahun saja mencapai Rp 300 juta sampai Rp 400 juta.

"Mulai ada kepercayaan lagi dari para pengunjung. Ini menunjukkan Pangandaran mulai pulih," kata Subur saat menemani para wartawan mengunjungi pantai itu. (Sugiarto-70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA