| Senin, 19 Nopember 2007 | NASIONAL |
Rendah, Kesadaran Imunisasi di 64 DaerahSEMARANG - Muslimat NU ikut menyosialisasikan pentingnya imunisasi di berbagai daerah di Indonesia. Masyarakat, khususnya anggota organisasi wanita di bawah naungan Nahdlatul Ulama tersebut, diberikan pemahaman demi peningkatan cakupan imunisasi. Dalam sosialisasi dan lokakarya program peningkatan cakupan imunisasi di Provinsi Jateng belum lama ini, Ketua Umum PP Muslimat NU Dra Hj Khofifah Indar Parawansa menyatakan, kesadaran masyarakat untuk memberikan imunisasi pada balitanya masih rendah. Untuk skala nasional, kata dia, ada 64 daerah (kabupaten/kota) yang tingkat kesadaran masyarakatnya rendah soal itu. "Terjadi penurunan cakupan imunisasi di beberapa daerah di Indonesia. Fakta itu didasarkan pada peningkatan jumlah penderita penyakit yang seharusnya dapat dicegah dengan imunisasi seperti campak dan polio," kata Menteri Negara Pemberdayaan Wanita di masa pemerintahan Abdurrahaman Wahid (Oktober 1999-Juli 2001) itu, dalam acara yang digelar di BKKBN Jateng, baru-baru ini. Kegiatan yang digelar PP Muslimat NU, PW Muslimat NU Jateng, dan Millenium Challenge Corporation Indonesia/Immunization Project (MCCI/IP)-USAID tersebut dihadiri peserta sebagian besar dari PC Muslimat NU kabupaten/kota se-Jateng. Selain Jateng, provinsi lain yang tak luput dari pantauan ormas wanita itu yakni Jatim, Jabar, Sumut, Banten, DKI Jakarta, dan Sulsel. Menurut dia, letak geografis yang sulit dijangkau petugas kesehatan, sering menjadi hambatan dalam imunisasi. Selain itu, masih ada masyarakat yang menolak program itu karena takut ada efek sampingnya. "Hambatan lainnya adalah data sasaran yang kurang akurat dan keterbatasan biaya operasional," tambahnya. Ketua PW Muslimat NU Jateng Prof Dr Hj Ismawati Hafied MAg menambahkan, sesuai rekomendasi Departemen Kesehatan, MCCI/IP-USAID bekerja di tujuh provinsi, di antaranya Jateng. Khusus Jateng, ada 12 daerah yang telah diseleksi, yakni Kota Semarang, Kendal, Grobogan, Pati, Blora, Kabupaten Tegal, Brebes, Cilacap, Purbalingga, Kebumen, Temanggung, dan Wonogiri. Dia berharap, sosialisasi tersebut akan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota ormas itu dalam membantu akselerasi program imunisasi, baik dari aspek kualitas maupun kuantitas. (G7-62) |