| Senin, 19 Nopember 2007 | NASIONAL |
KRIMINALITAS Roy Marten yang Kesandung Lagi Kasus SSMeski Tersangka, Tetap Magnet bagi Wanita
Apa kabar Roy Marten? Bintang film beken yang terjerat kasus pesta sabu-sabu (SS) di Hotel Novotel di Jalan Ngagel Surabaya itu, sejak tertangkap aparat Polwiltabes, Selasa (13/11) lalu hingga kemarin belum dibesuk istri dan anak-anaknya. RENCANANYA dalam minggu ini anak Roy Marten akan membesuk di tahanan Polwiltabes di Jalan Sikatan Surabaya. Hal itu dikatakan Kris Salam, adik sekaligus anggota tim pengacara Roy kepada wartawan di Surabaya, Minggu (18/11). "Saya hanya mengantar makanan dan tak ada pembicaraan serius (mengenai materi perkara)," ujar Kris Salam kepada wartawan. Memang, pada Sabtu dan Minggu (17-18/11), Roy relatif santai dari proses penyidikan kasus hukum yang menjeratnya. Kris Salam menyatakan, kemungkinan besar tak lama lagi anak Roy, Gading Marten, datang ke Surabaya untuk membesuk bapaknya. "Dia naik mobil," tambah Kris Salam. Di sisi lain, popularitas Roy Marten sebagai aktor film dan bintang sinetron menyedot perhatian banyak kalangan-terutama ibu-ibu dan gadis-di Kota Surabaya untuk ingin tahu dan berfoto bareng dengan tersangka kasus pesta SS ini. "Saya mau membesuk keluarga sekaligus lihat Roy Marten," kata Dewi, salah seorang pembesuk kasus narkoba di Polwiltabes Surabaya, kemarin. Ya selama menjalani penyidikan di Sat Reskoba Polwiltabes Surabaya, bintang film kelahiran Salatiga itu jadi perhatian banyak pihak. Terutama ibu-ibu dan wanita muda. "Orangnya memang ganteng dan gagah kok," ujar seorang ibu sambil melongok ke ruang Kasat Reskoba Polwiltabes Surabaya, AKBP Abi Darrin saat Roy Marten menerima tim pengacaranya. Bahkan, pada Sabtu lalu ada beberapa cewek yang khusus datang dari Jakarta untuk membesuknya. Para cewek itu rekannya di salah satu production house. Namun, tak semua pembesuk diizinkan melihat dan berdekatan dengan Roy. Aparat Polwiltabes Surabaya menjaga ketat. Roy tak boleh dibesuk sembarang orang, kecuali keluarga dan pengacaranya. Selain itu, harus ada izin dari otoritas Polwiltabes Surabaya. Tak hanya kaum hawa yang tertarik dan ingin tahu aktor senior itu. Seorang pengasuh pondok pesantren di Kota Surabaya, Gus Sholeh Mardjuki dari Ponpes Nurul Islam melakukan juga silaturahim dengan Roy di Polwiltabes. "Saya adalah sekretaris organisasi Persatuan Anak Bangsa dan Roy Marten adalah ketuanya," katanya. Gus Sholeh menyatakan, tak ada agenda khusus, kecuali bicara masalah organisasi. Tenang Hadapi Kasus Roy Marten memang bintang. Tak hanya di layar kaca dan layar lebar adik Rudi Salam itu menarik perhatian penggemarnya. Saat menjalani penyidikan di Polwiltabes Surabaya, suami Anna Maria itu tetap menarik perhatian banyak kalangan. Yang meliput kasus itu tak hanya wartawan hukum dan kriminal di Surabaya. Sejumlah pemburu berita infotainment khusus datang dari Jakarta ke Surabaya untuk meliput dari dekat. Mereka rela berjam-jam menunggu di ruang Sat Reskoba Polwiltabes untuk mendapatkan komentar dari bintang tersebut, pengacara, dan penyidik Polwiltabes. "Rekan infotainment itu sangat kuat dan sabar menunggu narasumber. Luar biasa mereka," ujar Rois, seorang wartawan situs online di Surabaya kepada Suara Merdeka, Minggu (18/11). Yang membuat banyak kalangan terheran-heran pada Roy adalah ketenangannya menghadapi kasus berat. Dengan barang bukti 150 gram SS dan 4 saksi yang jadi tersangka dan ikut pesta SS bersamanya, dia terlihat tenang. Buku Harian Kris Salam benar-benar jadi pembantu dan pembela kakaknya. Hal itu juga dilakukannya saat kakaknya terjerat kasus serupa pada Februari 2006 lalu. Semua permintaan kakaknya berusaha dipenuhi dengan baik. Misalnya, saat Roy meminta buku harian plus pulpen, Kris Salam mencarikan dan memberikannya di kamar tahanan Polwiltabes Surabaya. Kris Salam mengatakan Roy memesan buku tersebut karena kakaknya suka menulis atau curhat pada buku harian. "Mas Roy memang suka menulis," jelas Kris Salam. Selama dua hari ini, Sabtu dan Minggu, Roy bisa beristirahat lebih lama. Tak ada agenda penyidikan terhadap bintang film beken tersebut. Hal itu dibenarkan Kasat Reskoba Powiltabes AKPB Abi Darrin. Dia menyatakan, waktu istirahat agar yang bersangkutan bisa mengingat kembali kejadian sebelum ditangkap saat pesta SS bersama A Hong, Didit Kesit Cahyadi, Freddy M, dan Winda. (Ainur Rohim-62) | ||||