| Senin, 19 Nopember 2007 | NASIONAL |
Harga Minyak Bisa 200 Dolar
RIYADH - Presiden Venezuela Hugo Chavez mengeluarkan peringatan keras pada KTT Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) di Riyadh, Arab Saudi, Minggu kemarin. Chavez mengatakan, harga minyak mentah bisa mencapai 200 dolar per barel apabila Amerika Serikat menyerang Iran. ''Jika Amerika Serikat bertindak gila dengan menyerang Iran atau agresi terhadap Venezuela, minyak bukan hanya mencapai 100 dolar tetapi 200 dolar,'' kata Chavez. Kekhawatiran mengenai serangan Amerika Serikat atau sekutunya Israel terhadap Iran terkait program nuklirnya telah mendorong harga minyak mencapai rekor tertinggi beberapa pekan ini. Pada bulan ini harga minyak dunia mendekati 100 dolar AS per barel. Negara-negara konsumen minyak pun segera menyerukan kepada kelompok eksportir untuk meningkatkan suplai minyak mentah. KTT ditutup Minggu kemarin dengan komunike yang menyatakan, OPEC berjanji akan menyediakan suplai minyak secara memadai, sesuai waktu, dan mencukupi. OPEC juga menyuarakan keprihatinan atas iklim global. Para menteri minyak OPEC awal pekan ini sudah menyatakan, pertemuan tersebut akan menyerahkan keputusan penambahan produksi OPEC pada pertemuan di Abu Dhabi 5 Desember mendatang. Dalam komunikenya, OPEC menyatakan akan berupaya menjaga kestabilan pasar energi global. Para menteri minyak, termasuk dari Arab Saudi, mengatakan faktor-faktor di luar kendali mereka telah membatasi kekuatan OPEC. Isu Lingkungan Dengan pijakan sikap itu, para menteri OPEC lebih banyak beralih membahas isu-isu lingkungan yang tidak terlalu kontroversial. ''OPEC sama-sama prihatin dengan masyarakat internasional bahwa perubahan iklim adalah tantangan jangka panjang,'' demikian bunyi salah satu butir komunike. Sekjen OPEC Abdullah al-Badri mengatakan, OPEC bersedia terlibat dalam pengembangan teknologi penyimpanan karbon untuk membantu mengurangi emisi gas karbondioksida. Meskipun tidak disebutkan dana lingkungan yang bakal dikontribusi OPEC, Raja Abdullah mengatakan Arab Saudi akan menyumbangkan 100 juta dolar untuk riset lingkungan. Pada Jumat lalu, Arab Saudi menggiring agenda pertemuan kelompok itu untuk menangkal upaya Iran dan Venezuela yang berniat menyoroti turunnya mata uang dolar. Merosotnya mata yang dolar ikut mendorong harga minyak mencapai 98,62 dolar per barel pekan lalu. Di sisi lain, dolar yang melemah juga berdampak menurunkan daya beli OPEC. Pidato Chavez saat pembukaan sidang OPEC mau tak mau menyeret forum KTT OPEC pada retorika anti-AS. Padahal, KTT ini berlangsung di negara sekutu terdekat Amerika. ''OPEC harus bangkit dan bertindak sebagai pengawal menumpas kemiskinan di dunia,'' kata Chavez. ''OPEC semestinya lebih sebagai agen geopolitik aktif dan menuntut penghargaan lebih bagi negara-negara anggota, serta minta negara-negara Barat tidak lagi mengancam OPEC.'' Raut wajah Raja Abdullah tampak tegang selama pidato 25 menit Chavez. Namun, seusai pidato, dia menyindir, ''Kamu sedikit berlebihan!''(rtr-gn-25) | ||||