| Senin, 19 Nopember 2007 | MURIA |
Woro WoroArkeolog Teliti Struktur TanahKUDUS - Tim Balai Arkeologi Yogyakarta memfokuskan pada ekskavasi (penelitian) tanah di situs Patiayam. Mereka menggali sisi timur Gunung Nangka. Kepala Balai Siswanto yang memimpin langsung tim tersebut mengemukakan, tanah yang digali itu akan dibentuk semacam terasiring untuk meneliti stratifikasi tanah. "Nantinya kami akan melihat lapisan tanah mana yang paling banyak terdapat fosil," ujar Siswanto, Kamis (15/11). Penelitian itu difokuskan untuk mengetahui jenis tanah, pengendapan, dan materi tanah. Dengan mengetahui jenis lapisan tanah, dapat ditentukan pula penyebaran lateralnya. "Jadi, nanti kami bisa menentukan pada lapisan manakah, yang terbanyak fosil," ucapnya. (H35, H50-36) Belum Ada DAK Perumahan BLORA - Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Yusuf Asyíari menyatakan hingga kini pemerintah belum menganggarkan dana bantuan langsung untuk pembangunan rumah rakyat di setiap daerah. Hanya, ujarnya, ada bantuan langsung masyarakat yang bisa diperoleh. Namun, untuk mendapatkan harus antre sangat panjang karena terlalu banyak daerah yang mengusulkan. "Sampai kini belum ada dana alokasi khusus (DAK) untuk perumahan. Pemkablah yang berinisiatif mengusulkan program bantuan ke Pemerintah Pusat," ujar Menteri dalam dialog bersama Wakil Bupati (Wabup) Blora RM Yudhi Sancoyo dan sejumlah pejabat Pemkab di sela-sela kunjungannya di Blora, Sabtu (17/11). Menpera mengemukakan, program bantuan langsung masyarakat merupakan bantuan untuk merombak atau merenovasi rumah. Menurutnya, program itu sudah pernah dilakukan di Kabupaten Purbalingga. Selama tiga tahun dapat merenovasi 8.000 rumah warga.(H18-19) Perguruan Swasta Butuh Perhatian JEPARA - Perguruan swasta yang membawahi ratusan institusi pendidikan berharap pemerintah memberikan perhatian lebih pada mereka. Sebab, kontribusi besar sekolah-sekolah swasta selama ini dinilai belum diimbangi pemerintah dengan pemenuhan kebutuhan dasarnya. Demikian dikemukakan Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) H Wuryantoyo saat pelantikan pengurus baru BMPS periode 2007-2012 di pendapa kabupaten, Sabtu (17/11). Pelantikan itu dihadiri Wakil Ketua BMPS Jateng Amin Farih MAg. Seusai itu diselenggarakan seminar. Dia mengungkapkan, jumlah lembaga pendidikan swasta di Jepara lebih banyak dibandingkan dengan negeri. Misalnya TK negeri hanya ada dua buah sedangkan swasta 375 buah. MI negeri pun lebih sedikit, dua buah, jauh di bawah MI swasta yang 159 buah. (H15-36) Debit Air Waduk Mulai Naik PATI - Meski musim hujan mulai tiba, debit air di Waduk Gunungrowo, Kecamatan Gembong belum meningkat. Saat ini debit waduk yang berada di Desa Sitiluhur itu sekitar 320.000 m3. Praktis penambahan air hanya 120.000 m3 karena pada September lalu debitnya hanya 200.000 m3. Peningkatan itu terjadi berangsur-angsur sejak Oktober. Menurut penjaga waduk Suwono, curah hujan belakangan ini masih terlalu rendah, sehingga pertambahan air belum maksimal. "Biasanya bisa penuh pada April," ujarnya, kemarin. Saat ini belum bisa dilakukan penggelontoran air karena volumenya terbatas. Air baru bisa digelontorkan setelah tujuh juta m3. Tahun ini tak ada pengurasan dan baru akan dilakukan pada Oktober 2008. Sementara itu Waduk Seloromo di Desa/Kecamatan Gembong, volume airnya 700.000 m3 dari kapasitas sembian juta m3.(H49,ad-19) Dua Pulau Terancam Hilang REMBANG - Dua pulau di utara Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, yaitu Marongan dan Gede, terancam tenggelam akibat tingginya tingkat abrasi. Beberapa nelayan yang biasa mencari ikan di seputar kedua pulau tersebut mengungkapkan, jika abrasi tidak segera diatasi, dikhawatirkan dua pulau yang bersebelahan itu dalam 15-20 tahun ke depan akan menjadi lautan."Jika dilihat bekasnya, daratan yang hilang masing-masing sudah lebih kurang 50%," ujar Mintoyo. Nelayan asal Kaliori itu menuturkan, sekitar 10 tahun lalu di tepi Pulau Marongan terdapat pohon besar. Di bawah pohon itu terdapat sebuah makam kuno. Namun, sekarang pohon dan makan tersebut sudah hilang setelah sebagian daratan di pulau itu tenggelam. Hal yang sama juga terjadi di Pulau Gede. Sudah banyak pohon tahunan yang tumbuh secara liar di bagian tepi pulau itu roboh akibat terkena abrasi. Tanahnya pun longsor akibat diterjangi gelombang. (jl-69) |