| Senin, 19 Nopember 2007 | MURIA |
Dibacok, Dua Luka ParahPATI- Sabtu (17/11) petang lalu nasib sial menimpa Sardi alias Cawik (45), warga Desa/Kecamatan Dukuhseti dan Paidin (46) warga Desa Puncel Kabupaten Pati. Saat dalam perjalanan pulang dari nonton orkes melayu di Banyutowo dicegat sekelompok orang, dan tiba-tiba dibacok. Keduanya luka parah. Sardi terluka pada leher belakang, dan Paidin pada tangan kiri serta punggung kanan hingga tembus paru-paru. Paidin diduga ditusuk menggunakan obeng oleh pelaku yang jumlahnya empat orang. Peristiwa berdarah terjadi di perempatan jalan desa dekat gereja di Desa Banyutowo juga Kecamatan Dukuhseti. Untuk menyelamatkan jiwa keduanya, segera dilarikan ke Rumah Sakit Kristen (RSK) Tayu. Karena lukanya parah, dirujuk ke Keluarga Sehat Hospital (KSH) Pati. Empat orang yang diduga sebagai pelaku telah diketahui identitasnya, tapi saat dilakukan penggerebegan di rumah dan tempat persembunyiannya, semua sudah kabur. Waka Polres Pati Kompol Drs Carto Nuryanto MM mengatakan untuk menghindari hal-hal tak diinginkan, malam itu juga kami mengerahkan petugas untuk melakukan pengamanan. Tidak Jelas Di samping itu, katanya lebih lanjut, pengeledahan terhadap semua kendaraan yang melintas terpaksa dilakukan. Apalagi, ada informasi dari Puncel akan mengerahkan massa ke Banyutowo untuk menuntut balas. Menyangkut latar belakang peristiwa itu, belum diketahui secara pasti. Para pelaku diduga adalah Kasmijan, Yantono, Jumadi, dan Wiwid, semuanya warga Banyutowo sudah tiga hari terakhir tampak berada di sekitar lokasi tersebut, dan sengaja mencari-cari masalah dengan orang lain. Meski mereka sudah kabur, pihaknya tetap akan melakukan pengejaran. Karena itu, pihak keluarga atau siapa pun yang mengetahui keberadaan para tersangka, lebih baik menyerahkan mereka ke polisi. Terbukti, ketika mengetahui Paidin yang diboncengkan Sardi adalah orang Puncel melintas di jalan langsung dibacok. Bacokan senjata tajam itu mengenai tangan kiri, sehingga dia terjatuh dari motor kemudian punggung kanannya ditusuk dengan obeng dari belakang. Sardi yang di depan pun dibabat lehernya, setelah itu mereka kabur. "Padahal, kedua korban sama sekali tidak mempunyai urusan dengan mereka."(ad-19) |