logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 Nopember 2007 MURIA
Line

Patung Kartini "Menghilang" dari Museum

REMBANG - Dalam beberapa hari belakangan, pengunjung Museum Kartini yang berada di kompleks rumah dinas (rumdin) bupati tidak bisa lagi menyaksikan patung dan replika kereta yang pernah menjadi tumpangan RA Kartini.

Pasalnya, patung dan replika kereta pahlawan emansipasi itu saat ini "menghilang". Sejumlah staf Pemkab yang bertugas mengurusi museum dan rumdin bupati tidak berani memberikan keterangan mengenai "hilangnya" patung dan replika kereta itu. Beberapa kalangan menilai, "menghilangnya" patung dan replika itu terkait dengan adanya laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 28 Februari 2007.

Dalam LHP itu menyebutkan, pemeliharaan rumdin bupati yang di dalamnya termasuk pembuatan patung dan replika kereta itu diduga mendahului anggaran Rp 542.216.333 dan penetapan rekanan tidak sesuai dengan ketentuan melanggar Keppres Nomor 80/2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Dalam LHP itu juga disebutkan agar anggaran itu dikembalikan ke kas daerah.

Dianggarkan

Namun pada APBD Perubahan 2007, patung dan replika kereta yang dimasukkan dalam pemeliharaan rumdin bupati itu kembali dianggarkan Rp 582.072.000. Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) pada Rapat Paripurna DPRD pada 12 November 2007 menyampaikan penolakan atas penganggarannya.

"Meski panitia anggaran DPRD memberikan persetujuan terhadap belanja renovasi rumdin bupati (pengadaan patung dan lain-lain) sebesar Rp 582.072.000, FKB beranggapan penggangaran itu tidak bisa dibenarkan," ungkap juru bicara FKB Hj Durrotun Nafisah S Ag.

Secara terpisah, Wakil Bupati H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Tutut) ketika dimintai komentarnya kemarin juga menekankan, apa pun alasannya patung dan replika yang "dihilangkan" itu tidak bisa dibenarkan. Sebab, menurut Gus Tutut, proses pengadaannya sudah salah.

"Saya meminta kepada semua pihak yang terkait dengan patung tersebut untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Apalagi, membuat kesalahan dan kebohongan untuk objek yang sama," tandas dia.

Dia juga akan meminta klarifikasi kepada staf yang berkompeten mengurusi patung dan replika kereta tersebut. "Secepatnya, saya akan meminta penjelasan mengenai hilangnya patung itu dari muka museum. Saya juga akan minta patung itu dikembalikan di tempatnya. Rakyat jangan dibohongi terus." (H19-69)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA