logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 Nopember 2007 SEMARANG
Line

Rekanan Dukung Pemeriksa dan Pengawas Lebih Tegas

  • Tak Siap Kompetisi, Tersingkir

SALATIGA- Sejumlah rekanan justru mendukung dan meminta agar pengawas dan pemeriksa lebih tegas terhadap kontraktor, terkait garapan fisik proyek dan kelengkapan administrasi. Sehingga, diharapkan kualitas proyek benar-benar dapat dipertanggungjawabkan serta tidak menimbulkan permasalahan baru.

"Kami justru meminta agar pengawas dan pemeriksa proyek bekerja sesuai dengan regulasi yang ada. Mereka harus tegas mengambil keputusan, terkait laporan kegiatan fisik dan administrasi rekanan," kata Petrus Yustinus Parito, mewakili para rekanan.

Menurutnya, kalau memang persyaratan fisik dan administrasi tidak lengkap, pengawas dan pemeriksa tidak perlu membubuhkan tanda tangan pada laporan yang disodorkan mereka. Sebab, jika pengawas dan pemeriksa memaksakan diri memberikan tanda tangan, maka telah terjadi pelanggaran. "Pengawas dan pemeriksa ini yang nantinya akan menjadi tumpuan kesalahan, jika proyek tersebut gagal atau terjadi permasalahan," ujarnya.

Kalau ada rekanan yang wadul kepada anggota DPRD karena ada pengawas yang tidak mau membubuhkan tanda tangan, jangan terpengaruh. Laporan itu membuktikan bahwa laporan administrasi dan garapan tidak lengkap, sehingga tidak bisa mencairkan dana pada termin kedua ini. Dijelaskan, dengan diperketatnya pengawasan dan pemeriksaan, maka hanya rekanan yang siap saja yang bisa bertahan melewati prosedur yang ketat dalam pelaksanaan proyek.

Parito berharap, diterapkannya ketentuan seperti itu maka pada masa mendatang pelaksanaan proyek bisa dipertanggungjawabkan, baik dari sisi garapan fisik maupun kelengkapan administrasi. "Hal itu setidaknya merupakan bagian dari kompetisi semua rekanan dalam pelaksanaan proyek. Tak siap kompetisi rekanan bermasalah akan tersingkir."

Sebelumnya koordinator Masyarakat Jasa Konstruksi (Mas Jakon) Salatiga H Bambang Soetopo SE menerangkan, diperketatnya pengawasan dan pemeriksaan sebagai dampak dari laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) beberapa waktu lalu.

Dari laporan BPK tersebut ditemukan sejumlah kerugian negara, akibat penggarapan proyek yang tidak sesuai dengan perencanaan. "Temuan sejumlah kasus penyimpangan itu, yang membuat pengawas dan periksa proyek sangat berhati-hati."

Sementara itu, sejumlah pengawas dan pemeriksa seperti mendapat angin segar karena ternyata sikap tegas mereka, justru mendapat dukungan dari para rekanan lainnya. Terlebih pengalaman laporan temuan BPK membuat mereka tidak lagi main-main dalam melakukan pemeriksaan dan penawasan.

"Para pengawas dan pemeriksa sejak awal sudah ditekankan agar mereka menerapkan aturan yang berlaku dalam setiap kegiatan proyek," kata Kabag Pembangunan Pemkot Drs Suseno Gunawi.(H2-41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA