| Senin, 19 Nopember 2007 | SEMARANG |
Musim Hujan, Warga Diminta Waspadai DB
KENDAL- Memasuki musim penghujan, warga di daerah Kendal diminta waspada terhadap serangan demam berdarah (DB). Serangan nyamuk aedes agypti itu diestimasi mengalami peningkatan, lantaran curah hujan yang turun seringkali diselingi cuaca panas. "Untuk mengurangi serangan DB di lingkungannya, masyarakat diimbau agar lebih meningkatkan kebersihan. Antara lain melalui gerakan 3M, menguras atau membersihkan, menutup tandon air, mengubur sampah. Misalnya, kaleng serta botol bekas yang bisa dijadikan media berkembang nyamuk," ungkap Kabag Humas Setda Abdul Salam SE, kemarin. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kendal, hingga akhir Oktober lalu tercatat 786 warga di wilayah terkait terserang DB. Dari jumlah tersebut, 17 orang di antaranya tidak tertolong jiwanya. "Sebagian warga yang terserang DB, tidak tertolong jiwanya lantaran serangan penyakit sudah parah saat mendapat perawatan medis," papar Salam. Kehabisan Dana Fogging Lebih lanjut dia mengatakan, sebagian besar daerah endemis DB berada di Kendal bagian bawah. Seperti, Cepiring, Kaliwungu, Weleri, dan Kendal. "Sebanyak 207 objek lokasi di dareah Kendal yang menjadi daerah endemis DB, telah dilakukan fogging atau penyemprotan." Guna keperluan penyemprotan tersebut, imbuhnya, pihak DKK telah mengalokasikan dana APBD II sebesar Rp 450 juta. Besaran dana ini disalurkan dalam dua tahap, yakni melalui APBD II 2007 Rp 225 juta dan APBD II perubahan Rp 225 juta. "Masih ada sekitar 200 titik rawan DB yang sampai saat ini belum dilaksanakan penyemprotan. Untuk melakukan kegiatan tersebut, pihak DKK belum memiliki dana operasional. Masyarakat diminta agar memahami keterbatasan yang dimiliki pemerintah." Dia menambahkan, peran masyakarat sangat dibutuhkan dalam mengatisipasi munculnya serangan penyakit nyamuk aedes agypti itu di lingkungannya. "Yakni, dimulai dengan menjaga kebersihan dan kesehatan di tempat tinggal dan sekitarnya." (G15-16) |