logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 Nopember 2007 SEMARANG
Line

TKI Grobogan Mencapai 2000 Orang Per Tahun

GROBOGAN-Terbatasnya lapangan kerja dan tingginya kebutuhan hidup membuat sebagian warga Grobogan memperbaiki nasib hingga luar daerah. Tidak sebatas hanya merantau di sejumlah kota besar di Indonesia, namun juga menjadi TKI di sejumlah negara. Sesuai dengan data yang dimiliki Dinas Tenaga dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat sedikitnya 2.000 orang TKI berangkat dari Grobogan setiap tahun.

Mereka berangkat menyebar ke sejumlah negara di Kawasan Timur Tengah, Asia Timur dan Asia Tenggara. ííJumlah TKI Grobogan dimungkinkan masih bisa bertambah sebab ada yang berangkat ke luar negeri tanpa melapor pihak Disnakertrans,ííkata Kepala Disnakertrans Sudibyo SH MM didampingi Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Joko Purwadi, kemarin.

Padahal, menurut Joko, langkah itu penting agar pemerintah bisa membantu apabila TKI yang bersangkutan sewaktu-waktu mengalami permasalahan. Dibagian lain, dikatakan mendekati akhir tahun 2007 sudah ada 1.500 orang TKI asal Grobogan berangkat ke luar negeri.

Perempuan

Para TKI itu-yang kebanyakan perempuan-diberangkatkan sejumlah PJTKI ke beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Hongkong, Taiwan, dan Arab Saudi. Sedangkan, negara tujuan yang paling banyak diminati hingga mencapai 90 persen adalah Arab Saudi.

Di negara tersebut TKI asal Grobogan mayoritas bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Jumlah TKI Grobogan diperkirakan masih akan bertambah mengingat ada beberapa orang yang saat ini masih mengurus proses pemberangkatan kerja ke luar negeri.

Sebagaimana, diketahui dalam beberapa bulan terakhir terdapat dua orang TKI asal Grobogan yang meninggal di luar negeri karena sakit. Kasus kematian terakhir menimpa Safaah warga Desa Brabo Tanggungharjo yang meninggal di Yordania belum lama ini.

Sementara sebelumnya, pertengahan bulan Mei, TKI asal Desa Ketitang Godong dilaporkan meninggal akibat pendarahan otak di Taiwan. Namun kematian dua orang TKI tersebut rupanya tidak menyurutkan langkah sebagian warga Grobogan untuk mengadu nasib ke negara orang.(H 41-41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA