| Senin, 19 Nopember 2007 | SEMARANG |
Penyinaran Kanker Harus Sesuai DosisSEMARANG - Separuh dari penderita kanker membutuhkan penanganan radioterapi. Penanganan yang dilakukan berfungsi baik sebagai terapi tunggal maupun kombinasi. Banyaknya penyinaran bergantung pada jenis tumornya. "Tiap penderita bisa menjalani penyinaran sebanyak 20-35 kali. Penyinaran itu sendiri dilakukan lima kali tiap minggunya,'' kata dokter spesialis Rradiologi RSUP dr Kariadi dr Eko Kuncoro SpRad dalam acara peresmian pengoperasian alat Co-6O Shinve di Instalasi Unit Radioterapi RSUP dr Kariadi, Sabtu (17/11). Eko menjelaskan banyak hal yang membuat pengobatan terhadap kanker seringkali terhambat. Keterlambatan untuk memeriksakan diri ke rumah sakit menjadi salah satu di antaranya. "Sebelum berakhir di rumah sakit, penderita biasanya sudah berupaya untuk menyembuhkan penyakitnya dengan berbagai cara. Hanya saja tak jarang cara yang ditempuh seringkali tak membawa hasil yang menyenagkan,'' tuturnya. Dijelaskan, penyinaran terhadap pasien tetap dilakukan meski mereka telah menjalani pengangkatan sel kanker. Hal ini untuk mengantisipasi masih adanya sel kanker yang tertinggal. Meski hanya satu sel, besar kemungkinan akan berkembang biak. "Penyinaran yang dilakukan bertujuan untuk mematikan sel yang dimungkinkan masih tertinggal,'' imbuh dia. Eko juga mengungkapkan dalam melakukan penyinaran harus memperhatikan dosis sinar yang akan diberikan. Misalkan saja pada penderita kanker otak, dosis sinar yang menuju pada organ mata jauh lebih sedikit dibandingkat otak. "Ini untuk menghindari terjadinya kerusakan pada jaringan sehat yang ada di sekeliling sel kanker itu,'' terangnya. Diakuinya penanganan ini akan menimbulkan efek samping. Pasien akan mengalami diare dan mual. Kulit juga akan berubah menjadi lebih gelap karena gosong. "Meski demikian hal itu tidak membahayakan,'' ujar Eko. Di unit Radioterapi RSDK tersedia alat dengan kapasitas penyinaran yang berbeda. Seperti alat teleterapi dan Cobalt 60 memiliki kapasitas rata-rata 35-40 penyinaran per hari. Sedangkan untuk Micriselectron HDR dan Curietron memiliki kemampuan 3-6 pasien per hari. "Semuanya dapat digunakan untuk penanganan pasien kanker,'' katanya. (H31-41) |